TRANSPLUS.ID, Jakarta
Usai dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Barito Kuala oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta pada Kamis pagi, DR. H. Bahrul Ilmi dan Herman Susilo segera mengeluarkan kebijakan penting yang berfokus pada kesejahteraan petani di Barito Kuala. Melalui penandatanganan Surat Keputusan (SK) yang disaksikan oleh Sekretaris Daerah Barito Kuala, Zulkipli, kebijakan ini bertujuan untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi kepada petani di daerah tersebut.
Kebijakan ini menetapkan koperasi penerima pinjaman dana tanpa bunga untuk pembelian pupuk bersubsidi kepada petani pada tahun anggaran 2025. Dengan nilai pinjaman yang mencapai delapan miliar rupiah, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan di Barito Kuala, yang merupakan sentra produksi padi di Kalimantan Selatan.
Dalam SK tersebut, ada tujuh Koperasi Unit Desa (KUD) yang telah ditetapkan sebagai penerima pinjaman dana tanpa bunga. Koperasi-koperasi ini terletak di beberapa desa yang tersebar di Kecamatan Kabupaten Barito Kuala. Dana yang disalurkan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing koperasi dan jumlah yang ditentukan oleh pemerintah daerah.
Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan petani di Barito Kuala dapat lebih mudah mengakses pupuk bersubsidi tanpa beban bunga pinjaman yang memberatkan. Ini juga merupakan langkah nyata untuk mendukung peningkatan produksi padi di daerah yang dikenal sebagai penyangga pangan di Kalimantan Selatan, serta membantu meningkatkan kesejahteraan petani setempat.
Kebijakan ini pun menjadi salah satu bukti komitmen Bupati DR. H. Bahrul Ilmi dan Wakil Bupati Herman Susilo untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian di Barito Kuala demi kesejahteraan masyarakat. (red)
Tidak ada komentar