Kartoyo Dorong Pengembangan Usaha Menjahit Warga Baruh Jaya

waktu baca 3 menit
Minggu, 7 Jun 2026 20:28 redaksi2

TRANSPLUS.ID, HSS – Potensi usaha menjahit rumahan di Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena itu, pengembangan keterampilan serta dukungan sarana penunjang dinilai penting agar usaha tersebut semakin berkembang dan berdaya saing.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Kartoyo, saat melaksanakan Sosialisasi/Penyebarluasan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda), Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Peraturan Daerah (Perda), serta peraturan perundang-undangan terkait Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Desa Baruh Jaya, Jumat (5/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kartoyo memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya Perda Nomor 4 Tahun 2016 sebagai landasan dalam mendorong pengembangan potensi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Menurutnya, sosialisasi perda tersebut bertujuan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam lingkup rumah tangga, sekaligus memperkuat kemandirian desa.

“Melalui perda ini, masyarakat desa didorong untuk mampu mengembangkan potensi lokal yang dimiliki, baik di bidang usaha, keterampilan, maupun ekonomi kreatif sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ujarnya.

Dalam dialog bersama warga, pembahasan mengenai pemberdayaan masyarakat berkembang pada sektor keterampilan usaha rumahan, terutama usaha menjahit yang selama ini cukup banyak dijalankan oleh masyarakat Desa Baruh Jaya.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Di Desa Baruh Jaya ini kami melihat potensi usaha menjahit rumahan yang cukup baik dan perlu terus didorong melalui peningkatan keterampilan seperti pelatihan menjahit serta dukungan sarana penunjang agar masyarakat semakin produktif,” kata Kartoyo.

Ia menjelaskan, pelatihan keterampilan menjahit tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan kerja masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang luas. Pelatihan tersebut dinilai dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, mengurangi angka pengangguran, serta mendorong pemberdayaan perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi.

“Pelatihan seperti ini penting karena bukan hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Ketika ibu-ibu memiliki kemampuan dan peluang usaha, maka ekonomi keluarga ikut terbantu dan kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat,” jelasnya.

Selain sektor menjahit, Kartoyo menilai Desa Baruh Jaya memiliki potensi sumber daya masyarakat yang sangat besar. Dengan jumlah penduduk sekitar 8.000 jiwa, desa tersebut menjadi salah satu desa dengan jumlah penduduk terbesar di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Menurutnya, potensi ekonomi masyarakat setempat cukup beragam, mulai dari usaha menjahit, bengkel, tukang las, perikanan hingga sektor pertanian.

“Potensi masyarakat di sini sangat beragam. Hanya saja, untuk lahan pertanian masih menghadapi kendala kondisi air yang berubah drastis saat musim hujan maupun musim kemarau. Apabila ada dukungan pembangunan infrastruktur yang tepat, potensi ekonomi masyarakat dapat berkembang lebih optimal,” ujarnya.

Kartoyo juga mengapresiasi pembangunan jalan penghubung Nagara–Margasari yang saat ini tengah dikerjakan. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Daha Selatan dan sekitarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Baruh Jaya, Hani, mengatakan usaha jahit rumahan telah lama menjadi salah satu aktivitas produktif yang membantu perekonomian keluarga warga.

Ia berharap perhatian terhadap pengembangan keterampilan dan usaha masyarakat terus ditingkatkan agar kelompok penjahit di desa tersebut dapat berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik di masa mendatang. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA