Public Communication Summit 2026 Jadi Momentum Perkuat Sinergi Komunikasi Publik

waktu baca 2 menit
Rabu, 3 Jun 2026 21:38 redaksi2

TRANSPLUS.ID, BANJARMASIN – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Rais Ruhayat, S.H., menghadiri pembukaan Public Communication Summit 2026 yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Pengelolaan Isu dan Reputasi di Era Digital” tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Subhan Nor Yaumil, S.E., M.Si. Acara juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, pimpinan media massa, komunitas informasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Public Communication Summit 2026 menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarinstansi dalam menghadapi tantangan komunikasi publik di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi.

Selain sesi diskusi dan pemaparan materi, kegiatan tersebut juga diisi dengan deklarasi komitmen bersama terkait pengelolaan isu publik serta penguatan reputasi pemerintah melalui komunikasi yang responsif, transparan, dan kredibel.

Dalam kesempatan itu, Rais Ruhayat menilai forum tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi komunikasi publik antarlembaga pemerintah. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut setiap institusi mampu menyampaikan informasi secara cepat, tepat, dan terukur kepada masyarakat.

“Reputasi pemerintah dibangun bukan hanya melalui program yang baik, tetapi juga melalui komunikasi yang baik. Karena itu, kemampuan mengelola isu, membangun narasi yang positif, dan menyampaikan informasi secara terbuka menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Rais juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Diskominfo Kalsel yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai sarana berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kapasitas komunikasi publik.

Menurutnya, komunikasi publik yang terintegrasi akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta mendorong terciptanya penyampaian informasi yang lebih efektif dan bermanfaat.

“Komunikasi publik yang terintegrasi akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat membangun kesamaan persepsi dan memperkuat kolaborasi agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat lebih efektif, akurat, dan memberikan manfaat,” tambahnya. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA