Mantap RS bhayangkara totalitas dlm pelayanan
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi bakar ban sebagai bentuk protes terhadap alokasi anggaran pemerintah yang dianggap tidak tepat, dalam demonstrasi ‘Indonesia Gelap’ di Palangka Raya. (foto: ist) TRANSPLJUS.ID, Palangkaraya
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan di Palangka Raya menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap” pada Senin (18/2/2025). Aksi ini digelar untuk menyuarakan protes terhadap prioritas anggaran pemerintah yang dianggap tidak tepat sasaran, dengan lebih banyak dialokasikan untuk proyek infrastruktur ketimbang sektor pendidikan dan kesehatan.
Aksi yang berlangsung di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Tengah ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palangka Raya. Mereka membawa spanduk dan poster dengan tulisan “Indonesia Gelap” dan “Tolak Anggaran yang Tidak Tepat”, sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan anggaran pemerintah yang dinilai tidak mengutamakan kesejahteraan rakyat.
Juru bicara aksi, Fernando, dalam orasinya mengungkapkan bahwa tujuan dari demonstrasi ini adalah untuk menuntut agar pemerintah lebih memperhatikan anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan. Menurut Fernando, kedua sektor tersebut merupakan hak asasi manusia yang harus diprioritaskan, namun kenyataannya anggaran untuk kedua sektor tersebut masih sangat minim.
“Kami ingin menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan adalah hak dasar yang harus dipenuhi. Namun, kenyataannya anggaran untuk sektor ini sangat terbatas sementara proyek-proyek infrastruktur mendapatkan dana yang sangat besar,” ujar Fernando.
Dalam aksi ini, mahasiswa juga menuntut agar pemerintah meningkatkan alokasi anggaran untuk pendidikan dan kesehatan, serta memastikan bahwa dana yang dialokasikan tidak ada penyimpangan dan benar-benar digunakan untuk kebutuhan masyarakat.
Aksi demonstrasi ini berlangsung damai dan tertib, tanpa menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi. Mahasiswa juga menegaskan bahwa jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, mereka akan melanjutkan aksi serupa di masa yang akan datang.
Aksi ini menjadi bentuk konkret dari keterlibatan mahasiswa dalam mengkritisi kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran negara, serta menegaskan peran mereka sebagai kontrol sosial yang penting dalam sistem demokrasi Indonesia. (red)
Tidak ada komentar