Harga Pertamax Naik Rp17 Ribu, Warga Ingatkan Kasus Oplos BBM

waktu baca 3 menit
Rabu, 10 Jun 2026 04:51 redaksi2

TRANSPLUS.ID, BANJARMASIN – Harga Pertamax di Kalimantan Selatan resmi naik menjadi Rp17.000 per liter per 10 Juni 2026 dan langsung menjadi perhatian masyarakat karena nilainya melonjak cukup signifikan dibanding harga sebelumnya.
Sebelumnya, Pertamax dijual dengan harga Rp12.900 per liter. Dengan penyesuaian terbaru ini, terjadi kenaikan sebesar Rp4.100 per liter atau sekitar 31,8 persen.
Kenaikan harga tersebut mengejutkan banyak pengguna bahan bakar non subsidi, terutama pemilik kendaraan roda empat yang selama ini memilih Pertamax karena memiliki angka oktan (RON) 92 yang dinilai lebih baik untuk performa mesin dibanding BBM bersubsidi.
Berdasarkan daftar harga BBM Pertamina Area Kalimantan Selatan per 10 Juni 2026, hanya Pertamax yang mengalami kenaikan. Sementara harga jenis BBM lainnya masih bertahan pada level sebelumnya.
Adapun rincian harga BBM Pertamina di Kalimantan Selatan saat ini yakni Pertalite Rp10.000 per liter, Bio Solar Rp6.800 per liter, Pertamax Turbo Rp21.650 per liter, Dexlite Rp24.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.900 per liter.
Dengan harga baru Rp17.000 per liter, selisih harga antara Pertamax dan Pertalite kini mencapai Rp7.000 per liter.
Mujeri, warga Sungai Andai, Banjarmasin, mengaku tidak terlalu terkejut dengan kenaikan harga Pertamax. Namun, ia berharap pemerintah dan pihak terkait memperketat pengawasan distribusi BBM agar tidak terjadi praktik penyalahgunaan BBM di lapangan.
Menurutnya, selisih harga yang semakin jauh antara Pertalite dan Pertamax berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan secara ilegal.
“Saya tidak kaget dengan kenaikan harga Pertamax ini. Yang penting pengawasannya diperketat. Jangan sampai kenaikan harga ini dimanfaatkan oknum untuk mengoplos BBM subsidi menjadi BBM non subsidi,” ujar Mujeri, Rabu (10/6/2026).
Ia mengingatkan bahwa kasus serupa pernah menjadi perhatian publik beberapa tahun lalu sehingga pengawasan perlu ditingkatkan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas BBM yang beredar.
“Dulu kasus oplos BBM ini pernah terjadi. Jangan sampai terulang lagi,” katanya.
Sekadar diketahui, bensin oplosan sempat mencuat menyusul pengungkapan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina periode 2018–2023 yang ditangani Kejaksaan Agung. Dalam perkara tersebut muncul dugaan adanya praktik pencampuran atau blending BBM oleh oknum tertentu untuk memperoleh keuntungan.
Kasus tersebut menjadi sorotan nasional karena diduga menyebabkan kerugian negara dan merugikan konsumen apabila kualitas BBM yang diterima tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipasarkan.
Di media sosial, pengumuman kenaikan harga Pertamax juga memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah pengguna menilai kenaikan kali ini cukup besar karena terjadi dalam satu kali penyesuaian harga dan membuat biaya operasional kendaraan meningkat. (Red)
Daftar Harga BBM Pertamina Kalimantan Selatan per 10 Juni 2026:
Pertalite: Rp10.000 per liter (tetap)
Pertamax: Rp17.000 per liter (naik Rp4.100)
Pertamax Turbo: Rp21.650 per liter (tetap)
Bio Solar: Rp6.800 per liter (tetap)
Dexlite: Rp24.000 per liter (tetap)
Pertamina Dex: Rp25.900 per liter (tetap)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA