Mantap RS bhayangkara totalitas dlm pelayanan
Pj. Bupati Barito Kuala Dinansyah, S.Sos., MM menyampaikan paparan capaian daerah pada saat jumpa pers Hari Jadi ke-65 Kabupaten Barito Kuala. TRANSPLUS.ID, Batola
Dengan tema yang menggugah semangat, “Bersatu Menuju Batola Satu,” Kabupaten Barito Kuala merayakan Hari Jadi ke-65 dengan penuh kegembiraan dan harapan. Namun, perayaan ini bukan sekadar pesta, melainkan momen refleksi untuk menatap masa depan yang lebih cerah.
“Hari Jadi ke-65 ini adalah pengingat bagi kita semua, bahwa keberhasilan hanya bisa diraih jika kita bersatu dan bergerak bersama,” ujar Pj Bupati Barito Kuala, Dinansyah.
Di usia yang matang ini, Barito Kuala menunjukkan berbagai pencapaian yang patut dibanggakan. Tahun 2023 menjadi tonggak penting dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 70,67, naik dari 67,37 pada tahun sebelumnya. Angka ini membawa kabupaten ini masuk ke dalam kategori “tinggi.” Tahun depan, IPM bahkan diproyeksikan naik menjadi 72,42. Kenaikan ini adalah hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat
Di sektor ekonomi, Barito Kuala mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan meski tantangan global masih terasa. Dengan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagai tulang punggung, ekonomi tumbuh sebesar 3,91 persen pada 2023 dan diproyeksikan meningkat menjadi 5 persen pada 2024. Pendapatan per kapita masyarakat pun naik dari Rp 30,68 juta/kapita pada 2022 menjadi Rp 32,39 juta/kapita di 2023.
Namun, tantangan tetap ada. Indeks gini, yang mencerminkan kesenjangan pendapatan, meningkat dari 0,23 di 2022 menjadi 0,31 di 2023. Hal ini menunjukkan masih ada pekerjaan rumah untuk memastikan pemerataan ekonomi di seluruh lapisan masyarakat.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Barito Kuala kini memiliki 126 jenis layanan yang telah dilengkapi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Hal ini diharapkan dapat menciptakan layanan yang lebih cepat, transparan, dan adil.
Namun, survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan. Pada 2023, indeks kepuasan mencapai 87,25, sedikit lebih rendah dari target 95. Pemerintah setempat berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas layanan demi memenuhi harapan masyarakat.

Pj. Bupati Barito Kuala Dinansyah, S.Sos., MM sekaligus menyerahkan penghargaan kepada unit kerja layanan berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari KemenpanRB Republik Indonesia untuk Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP)
Salah satu program unggulan yang diluncurkan dalam rangka Hari Jadi ini adalah “Semangat Baja” (“Semua Masyarakat Sehat Bangun Jamban”). Program ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting dan mengurangi kemiskinan ekstrem di Barito Kuala.
“Semangat Baja adalah wujud komitmen nyata kami untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga,” ungkap Dinansyah. Selain itu, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan gizi masyarakat.
Di bidang kesehatan, pemerintah memberikan bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil sebesar Rp 21.500 per hari selama 120 hari, serta untuk balita sebesar Rp 16.500 per hari selama 56 hari. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki tingkat kesehatan masyarakat secara signifikan.
Di sisi lain, pengentasan pengangguran dilakukan melalui pelatihan keterampilan, mulai dari vokasi otomotif hingga budidaya jamur tiram. Program ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi.
Peringatan Hari Jadi ke-65 ini bukan hanya soal melihat apa yang telah dicapai, tetapi juga tentang merancang langkah ke depan. Dengan semangat “Bersatu Menuju Batola Satu,” Barito Kuala optimis bisa menjadi kabupaten yang unggul di Kalimantan Selatan.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai awal baru untuk terus bersatu, bekerja keras, dan membawa Barito Kuala menuju masa depan yang lebih cerah,” tutup Dinansyah dengan penuh keyakinan. (ADV)
Tidak ada komentar