Tragedi Rem Blong di Jalan S Parman, Ini Kronologis dan Keterangan Kasat Lantas

waktu baca 2 menit
Minggu, 12 Jan 2025 06:21 beritatrans

TRANSPLUS.ID, Banjarmasin

Sabtu (11/1/2025) malam yang seharusnya tenang berubah menjadi malam penuh ketegangan di Jalan S Parman, tepatnya di turunan Jembatan Kembar Kayu Tangi, Banjarmasin Tengah. Sekitar pukul 20.30 WITA, sebuah insiden dramatis terjadi ketika sebuah truk Tronton bernomor polisi AB 8978 EC yang kehilangan kendali akibat rem blong, menabrak tiga mobil dan tiga sepeda motor yang sedang melintas.

Kecelakaan ini terjadi dengan sangat cepat dan mendalam, menyebabkan kemacetan parah dan kepanikan di kalangan pengendara. Truk besar itu meluncur tanpa kendali, menabrak kendaraan-kendaraan di depannya. Beberapa mobil pribadi dan sepeda motor yang tertabrak berhamburan, dan di tengah hiruk-pikuk itu, suara benturan keras menggetarkan suasana malam.

Dari informasi yang dihimpun, akibat kecelakaan beruntun tersebut dua orang mengalami luka-luka diantaranya, Mahyuni (50), dengan kondisi luka di bagian kepala dan lengan punggung, dan Rizki Ananda (19), mengalami patah tulang rusuk, luka kaki dan tangan serta luka bagian bibir akibat pecahan kaca.

Kasat Satlantas Polresta Banjarmasin, AKP Edwin Widya Ditotsaha, menjelaskan bahwa kejadian ini bermula saat truk turun dari jembatan Kembar Kayu Tangi dan mengalami rem blong, yang membuat truk tersebut menabrak deretan kendaraan di depannya.

“Kecelakaan beruntun ini melibatkan mobil dan kendaraan bermotor. Untungnya, belum ada laporan korban jiwa, tetapi beberapa korban luka dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” ujarnya.

Sementara itu, Suryani (57), warga Banjarmasin, saksi mata yang berada di lokasi kejadian, menggambarkan kejadian dengan panik. “Truk itu turun dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba langsung menabrak mobil-mobil di depannya. Suara benturan sangat keras, dan orang-orang berlarian ke sisi jalan untuk menghindar,” kenangnya. Bahkan, dirinya sendiri sempat terluka akibat terkena kendaraan lain yang terguling. “Tangan saya lecet karena terkena imbas dari kendaraan yang panik menghindar,” tambahnya.

Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, pemadam kebakaran, dan ambulans segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Proses evakuasi korban berlangsung dramatis, dengan beberapa kendaraan yang tertabrak harus diangkat menggunakan alat berat.

Kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan ini dan jumlah kerugian akibat kecelakaan tersebut. (red)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA