Mantap RS bhayangkara totalitas dlm pelayanan
Taufikkurahman (42) ditemukan tergeletak tak bernyawa di lantai depan toilet umum kawasan Siring Bakantan, Banjarmasin Tengah. (foto: ist) TRANSPLUS.ID, Banjarmasin
Pagi yang seharusnya cerah, justru membawa kabar duka bagi warga Komplek Suaka Indah Lestari Blok D, Kelurahan Sungai Lulut, Kabupaten Banjar. Seorang pria bernama Taufikkurahman (42) ditemukan tergeletak tak bernyawa di lantai depan toilet umum kawasan Siring Bakantan, Banjarmasin Tengah, Jumat (17/1) pagi sekitar pukul 07.30 Wita.
Kejadian ini menggemparkan warga sekitar, yang langsung melaporkan temuan tersebut ke Polsek Banjarmasin Tengah. Taufikkurahman, yang diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi, tampaknya tak mampu menghindari kambuhnya serangan saat berada di lokasi tersebut.
Warga yang pertama kali menemukan jasadnya menyebutkan bahwa kondisi korban sangat mengenaskan—mulutnya mengeluarkan cairan seperti busa, menandakan bahwa serangan epilepsi mungkin telah menyebabkan kejang hebat yang merenggut nyawanya.
H Muhammad, salah seorang saksi mata, menceritakan bagaimana ia datang untuk mengantarkan makanan kepada Taufikkurahman, namun alangkah terkejutnya ia ketika mendapati pria itu sudah tergeletak di tanah, tak bernyawa.
“Saya datang untuk mengantar makanan, tapi saya lihat dia sudah terjatuh dan mulutnya mengeluarkan busa. Setelah dicek, ternyata sudah meninggal,” ujar H Muhammad dengan wajah cemas.
Mendapatkan laporan tersebut, petugas Polsek Banjarmasin Tengah segera datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Tim Inafis dari Polresta Banjarmasin turut turun tangan untuk memastikan penyebab kematian korban. Selanjutnya, jenazah Taufikkurahman dibawa ke Ruang Instalasi Pemulasaran Jenazah di RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan visum.
Kabar duka ini semakin menguatkan dugaan bahwa penyakit epilepsi yang diderita Taufikkurahman telah menjadi penyebab utama kematiannya. Warga yang mengenal korban juga mengungkapkan bahwa serangan epilepsi sudah sering kali kambuh dalam beberapa tahun terakhir, namun tidak pernah seberat ini.
Sementara itu, pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah ada faktor lain yang turut menyumbang pada kematian korban. Namun, dengan adanya riwayat penyakit tersebut, peristiwa tragis ini diperkirakan terjadi akibat serangan epilepsi yang tak tertolong.
Kehilangan ini menyisakan rasa haru bagi keluarga dan warga sekitar, yang mengenang Taufikkurahman sebagai sosok yang baik hati, meski selalu bergulat dengan penyakit yang tak kunjung sembuh. Sebuah kisah duka yang mengingatkan kita tentang betapa rapuhnya hidup, dan bagaimana penyakit bisa datang tanpa peringatan. (red)
Tidak ada komentar