Komisi IV DPRD Kalsel Terima Audiensi BEM ULM, Bahas Pendidikan dan Persoalan Sosial

waktu baca 2 menit
Kamis, 7 Mei 2026 03:46 redaksi2

TRANSPLUS.ID, BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Tahun 2026 di ruang rapat Komisi IV DPRD Kalsel, Banjarmasin, Selasa (5/5/2026).

Pertemuan yang dikemas dalam agenda silaturahmi dan temu kenal tersebut diisi dengan pemaparan program kerja BEM ULM 2026 sekaligus penyampaian policy brief terkait persoalan pendidikan dan sosial di Kalimantan Selatan.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifa, bersama anggota komisi lainnya menyambut baik kedatangan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kabinet Zia Nirantara BEM ULM.

Menurut Jihan, masukan yang disampaikan mahasiswa menjadi bahan penting bagi DPRD dalam melihat kondisi riil masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dan sosial.

“Mereka menyampaikan policy brief terkait masalah di bidang pendidikan dan juga bidang sosial. Tentunya hal ini menjadi sesuatu yang baik, menarik, bermanfaat dan juga masukan bagi kami di Komisi IV. Karena mereka banyak menerima juga dan melaporkan kondisi-kondisi real di lapangan terkait pendidikan dan sosial,” ujarnya.

Salah satu isu yang menjadi sorotan dalam audiensi tersebut ialah tingginya angka Anak Putus Sekolah (APS) dan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kalimantan Selatan.

Namun demikian, Jihan menjelaskan kondisi ATS dan APS di Kalsel memiliki karakteristik berbeda dibanding daerah lain. Menurutnya, banyak anak yang sebenarnya tetap menempuh pendidikan di pondok pesantren, tetapi belum terdata dalam Education Management Information System (EMIS) milik Kementerian Agama.

“Nah hal itu menjadi tracking-nya tidak terdata. Seolah-olah anak-anak tersebut tidak sekolah. Padahal mereka sekolah namun ijazahnya ijazah pondok,” jelas politisi Partai Gerindra tersebut.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap keterlibatan mahasiswa dalam memberikan kritik dan masukan terhadap kebijakan publik. Komisi IV DPRD Kalsel, kata dia, terbuka terhadap ruang diskusi dan komunikasi bersama kalangan akademisi maupun organisasi kemahasiswaan.

Sementara itu, Ketua BEM ULM 2026, Ahmad Zidan Satrio Utomo, mengatakan audiensi tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa terkait kondisi pendidikan dan persoalan sosial di masyarakat, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Selain menyerahkan policy brief, pihaknya juga berharap DPRD Kalsel dapat lebih maksimal menjalankan fungsi pengawasan dan memperhatikan persoalan masyarakat kecil.

“Harapannya, DPRD Kalsel ini bisa menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Juga benar-benar mendengarkan suara maupun keluhan dari pada masyarakat,” ujar Zidan.

Melalui pertemuan tersebut, mahasiswa dan DPRD diharapkan dapat membangun sinergi dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial masyarakat Kalimantan Selatan. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA