Mantap RS bhayangkara totalitas dlm pelayanan
TRANSPLUS.ID, Palangka Raya – Jalan Manyar IV bukan arena laga. Namun Sabtu malam yang panas berubah menjadi ajang baku serang dua kelompok remaja yang lebih memilih kekerasan ketimbang akal sehat. Hasilnya: enam orang diamankan dalam operasi premanisme yang digelar Polresta Palangka Raya.
Operasi ini merupakan bagian dari upaya serius Polresta Palangka Raya bersama Ditsamapta Polda Kalteng untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas yang belakangan kian marak dilakukan remaja. Tawuran yang terjadi disebut berawal dari bentrok antara remaja kawasan Jalan Tjilik Riwut Km. 9 dengan remaja Jalan Manyar IV.
“Petugas kami bersama warga berhasil mengamankan enam remaja yang terlibat, masing-masing berinisial RR (13), ALS (15), GS (18), MD (17), DJD (18), dan VAW (15),” ungkap Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H.
Lebih mengkhawatirkan lagi, dari tangan dua pelaku ditemukan senjata tajam: sebilah celurit yang dibawa RR dan badik milik ALS. Meski usia masih belia, potensi ancaman yang mereka timbulkan tak bisa dianggap enteng.
Kini keenam remaja itu dibina dan ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Unit Jatanras Satreskrim Polresta Palangka Raya. Proses ini bukan sekadar hukuman, tetapi peluang kedua agar mereka tak lagi salah langkah.
“Tawuran bukan solusi. Ini bukan jalan hidup, ini jalan menuju kehancuran,” tegas Kombes Pol. Dedy.
Di tengah pesatnya arus informasi dan tekanan sosial, bentrokan antar remaja menjadi sinyal darurat: anak-anak ini butuh ruang aman, bukan arena tawuran. Dan tugas kita bukan hanya menghentikan mereka — tapi mendengar mereka. Ydi
Tidak ada komentar