HUT ke-74 PERSAJA di Kejati Kalteng Jadi Momentum Pemersatu Jiwa Adhyaksa

waktu baca 2 menit
Rabu, 14 Mei 2025 12:08 beritatrans

TRANSPLUS.ID, Palangka Raya – Di tengah langit pagi yang teduh, Lapangan Tenis “Burhanuddin” Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah menjadi saksi bisu semangat yang tak lekang oleh waktu. Rabu, 14 Mei 2025, Kejati Kalteng menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA). Namun, ini bukan sekadar seremoni rutin. Ini adalah ritual tahunan yang menyulut kembali bara integritas dan idealisme di dada para abdi hukum.

Dengan tema “PERSAJA Bersinergi Mendukung Institusi Wujudkan Asta Cita Penegakan Hukum,” peringatan tahun ini dihadiri seluruh unsur pimpinan, jaksa fungsional, dan staf Kejati Kalteng. Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Dr. Undang Mugopal, S.H., M.Hum, bertindak sebagai Inspektur Upacara, didampingi Wakil Kepala Kejati M. Sunarto, S.H., M.Hum.

Dalam suasana khidmat, Dr. Undang membacakan amanat Jaksa Agung RI yang menegaskan bahwa PERSAJA bukan hanya organisasi profesi, melainkan juga denyut nadi moral Kejaksaan. Di tengah derasnya arus teknologi dan kompleksitas sosial-politik, PERSAJA diharapkan menjadi jangkar integritas, tempat para jaksa kembali merefleksi: “Apakah kita masih setia pada nilai Tri Krama Adhyaksa—Satya, Adhi, Wicaksana?”

Jaksa Agung juga menyoroti makna jiwa korsa—bukan hanya simbol persaudaraan, tapi benteng terhadap tekanan eksternal dan godaan kompromi terhadap keadilan. Ia menekankan bahwa “Profesi jaksa bukan sekadar karier, tapi panggilan jiwa.”

Tak kalah penting, kesejahteraan jaksa juga menjadi sorotan. Jaksa Agung menyebutnya bukan sekadar angka atau tunjangan, tetapi bentuk penghormatan terhadap pengabdian, dedikasi, dan kejujuran yang tak jarang diuji oleh keadaan.

Upacara ditutup dengan seruan reflektif: Jadilah jaksa yang bukan hanya tajam di ruang sidang, tapi juga peka terhadap denyut nadi masyarakat. Karena di balik toga dan pasal, jaksa adalah manusia yang berdiri di antara hukum dan nurani.

HUT ke-74 PERSAJA kali ini bukan hanya peringatan tahun, tapi pengingat jati diri: bahwa di balik segala dinamika, jaksa adalah penjaga keadilan yang harus dicintai rakyat, bukan ditakuti. Ydi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA