Mantap RS bhayangkara totalitas dlm pelayanan
TRANSPLUS.ID, Palangka Raya – Balap liar kembali merenggut nyawa. Seorang driver Gojek, Luqman Hidayat, tewas tragis usai dihantam kendaraan pelaku balapan liar di Jalan Adonis Samad, Jumat malam (20/6/2025), sekitar pukul 23.30 WIB. Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia meski sempat mendapat penanganan medis.
Insiden ini memantik gelombang duka dan kemarahan, tak hanya dari komunitas ojol, tapi juga warga Palangka Raya yang sudah lama resah dengan maraknya balapan liar di jalan-jalan kota.
Polisi Hanya Menyentuh Permukaan, Bukan Akar Masalah
Polres Palangka Raya mengklaim telah menangani kasus ini. Terduga Pelaku disebut sudah diamankan, namun dipulangkan karena masih menjalani perawatan medis.
“Terduga Pelaku kami pulangkan sementara untuk pengobatan. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan setelah kondisinya stabil,” ujar pihak kepolisian.
Namun, masyarakat menilai penanganan semacam ini tak lebih dari formalitas belaka. Selama ini, polisi dinilai gagal mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku balap liar. Penindakan hanya terjadi jika sudah ada korban, dan itupun kerap berujung pada proses yang tidak tuntas.
Para pelaku hanya diamankan sebentar, ditilang, lalu dilepaskan. Tidak ada efek jera. Tidak ada solusi. Dan balapan liar pun kembali terjadi, seolah tak pernah belajar dari tragedi.
Mitra Ojol Ancam Aksi Besar-besaran
Komunitas driver Gojek menyatakan kekecewaan yang mendalam dan menuntut keadilan. Mereka mendesak polisi untuk mengusut tuntas, menahan pelaku, dan memberantas balapan liar hingga ke akarnya.
“Kalau dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata dari Polres, kami siap turun ke jalan untuk meminta keadilan di Polresta Palangkaraya dan bisa saja Kami akan sweeping sendiri para pelaku balapan liar,” tegas salah satu perwakilan komunitas.
Cukup Sudah!
Kematian Luqman hanyalah satu dari sekian banyak tragedi akibat pembiaran terhadap balap liar. Warga Palangka Raya tak ingin sekadar mendengar janji atau pernyataan normatif. Mereka menuntut aksi nyata, konsisten, dan berani.
Satu nyawa hilang sudah terlalu banyak. Jangan tunggu korban berikutnya. Ydi
Tidak ada komentar