Tragedi Tambang di Kapuas: Empat Nyawa Melayang Ditelan Longsor

waktu baca 1 menit
Kamis, 1 Mei 2025 16:59 beritatrans

TRANSPLUS.ID, Kuala Kapuas, Kesunyian Desa Marapit di Kecamatan Kapuas Tengah pecah oleh duka mendalam. Empat pekerja tambang emas meregang nyawa setelah tertimbun tanah longsor pada Selasa siang, 29 April 2025, sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa memilukan itu baru dilaporkan ke Posko Pusdalops BPBD Kapuas pada Kamis, 1 Mei 2025.

Hari itu, hujan gerimis mengguyur lembah di Sungai Pinang. Empat pria tengah bekerja di lokasi tambang emas tradisional RT 01 Desa Marapit. Tanpa peringatan, tanah di sekitar mereka ambruk, menyeret keempatnya ke dalam pusaran longsor yang mematikan.

Evakuasi dilakukan oleh warga setempat yang bahu-membahu menggali timbunan tanah. Namun, upaya penyelamatan tak lagi menyelamatkan nyawa. Keempat korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Korban pertama adalah Yunedi (46), buruh harian lepas asal Desa Pujon. Kedua, Gasi (48), warga Terusan Raya yang bekerja di sektor swasta. Korban ketiga, Sarip (35), seorang petani dari Kelurahan Sei Jangkit. Terakhir, Padli (25), juga dari Terusan Raya.

Kejadian ini menjadi pengingat kelam akan bahaya aktivitas tambang tanpa ijin dan pengawasan, terutama saat cuaca tak bersahabat. BPBD Kapuas mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan mempertimbangkan faktor keselamatan dalam setiap kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Ydi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA