Bukan Buruh, Tapi Mahasiswa yang Teriak Keras Soal Upah di Kalteng

waktu baca 1 menit
Kamis, 1 Mei 2025 17:03 beritatrans

TRANSPLUS.ID, Palangka Raya, Suasana Palangka Raya hari ini bukan cuma soal panas matahari, tapi juga panasnya suara aksi. Sekelompok mahasiswa yang menamakan diri mereka Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat Kalimantan Tengah tumpah ruah ke jalan, membawa lima tuntutan yang mereka anggap sebagai “harga mati.”

Dengan gaya khas aksi mahasiswa—penuh orasi lantang, poster kritis, dan semangat solidaritas—mereka menyuarakan keresahan yang dirasakan banyak pekerja di Kalimantan Tengah. Ini bukan demo iseng. Ini demo karena perut, kata mereka.

Berikut isi tuntutannya:

Tetapkan UMP/K Rp5 juta per bulan! Karena hidup bukan cuma soal bertahan, tapi juga layak.

Cabut UU Cipta Kerja No. 6 Tahun 2023! Mereka bilang, aturan ini lebih berpihak ke korporasi daripada ke buruh.

Stop kriminalisasi dan intimidasi buruh. Suara buruh jangan dibungkam.

Berikan upah layak untuk honorer! Mereka kerja serius, tapi gaji kadang bikin miris.

Buka data upah minimum secara transparan. Rakyat berhak tahu berapa sebenarnya “harga” tenaga mereka.

Aksi ini jadi pengingat, bahwa di balik hiruk pikuk pembangunan, masih banyak yang merasa tertinggal. Dan hari ini, mereka memilih bersuara daripada diam. Ydi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA