Pemprov Kalteng & BOSF Perpanjang Kerja Sama Konservasi: 3 Juta Bibit Disiapkan, Orangutan Dilepasliarkan

waktu baca 3 menit
Rabu, 21 Mei 2025 15:30 beritatrans

TRANSPLUS.ID, Palangka Raya – Komitmen menjaga hutan tropis Kalimantan kembali diperkuat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) resmi memperpanjang kerja sama dengan Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), dalam upaya konservasi jangka panjang yang menitikberatkan pada pelestarian lingkungan dan perlindungan satwa liar, khususnya orangutan.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) digelar di Hutan Kota Nyaru Menteng, Palangka Raya, Selasa (21/5), dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Kalimantan Tengah. Agenda ini juga dirangkai dengan penanaman pohon langka, penebaran benih ikan lokal, serta pelepasliaran orangutan di Kabupaten Katingan.

Konservasi untuk Masa Depan Kalimantan

Dalam sambutannya, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menekankan pentingnya konservasi sebagai bentuk tanggung jawab generasi kini terhadap generasi mendatang.

“Kerusakan hutan dan punahnya satwa adalah hasil kelalaian kita. Konservasi bukan sekadar pilihan, tapi keharusan. Ini adalah mandat yang juga dipesankan oleh Presiden RI,” tegasnya.

Sebagai aksi nyata, Pemprov Kalteng meluncurkan program penghijauan dengan target ambisius: menanam 3 juta bibit pohon langka seperti ulin, garu, keruing, dan bengkirai. Sekitar 500 bibit ditanam secara simbolik di lokasi acara. Selain itu, benih ikan lokal seperti puyuh beo dan haruan ditebar di 11 daerah aliran sungai (DAS) untuk memulihkan ekosistem perairan.

Libatkan Generasi Muda, Perkuat Pengawasan

Tak hanya melibatkan pemerintah, Gubernur juga mengajak pelajar dan mahasiswa untuk aktif dalam gerakan konservasi. Ia menegaskan bahwa edukasi lingkungan harus dimulai sejak dini dan didukung oleh semua pihak.

“Anak-anak kita harus tumbuh dengan kesadaran mencintai alam. Penanaman pohon bukan sekadar simbolik, tapi investasi jangka panjang untuk bumi,” ujarnya.

Di sisi lain, pengawasan terhadap praktik ilegal seperti pembalakan liar dan penyetruman ikan turut diperkuat. Pemerintah menggandeng Dinas Kehutanan, Dinas Perikanan, dan aparat penegak hukum dalam pengawasan intensif di lapangan.

Babak Baru Kolaborasi Konservasi

Plt. Sekda Kalteng Leonard S Ampung menyebut perpanjangan kerja sama ini sebagai bentuk konkret pembangunan berbasis lingkungan.

“Konservasi orangutan dan hutan tropis bukan sekadar pelestarian spesies, tapi menyangkut masa depan masyarakat Kalimantan Tengah secara keseluruhan,” ucapnya.

Ia juga menyoroti tantangan perubahan iklim dan degradasi habitat sebagai ancaman nyata yang memerlukan respon cepat, strategis, dan berkelanjutan.

Pelepasliaran Orangutan, Kolaborasi Multisektor

Usai penandatanganan, rombongan bergerak ke Kabupaten Katingan untuk melepasliarkan orangutan hasil rehabilitasi. Simbolisasi kegiatan dilakukan dengan penanaman pohon oleh Gubernur dan jajaran, serta pelepasan benih ikan oleh pejabat tinggi Pemprov.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk mitra konservasi nasional dan internasional seperti BOSF, WWF, Borneo Nature Foundation, dan BKSDA.

Kolaborasi ini menandai babak baru dalam menjaga hutan tropis Kalimantan Tengah—rumah bagi keanekaragaman hayati yang luar biasa, sekaligus paru-paru dunia yang tak tergantikan. Rky

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA