Mantap RS bhayangkara totalitas dlm pelayanan
Hani, salah satu penulis buku ‘Bumi Lambung Mangkurat – Bentangan Zamrud’, berbicara tentang kontribusi buku ini dalam menggambarkan potensi pertanian dan wisata Kalimantan Selatan. (foto : Transplus.id) TRANSPLUS.ID, Banjarmasin
Kalimantan Selatan (Kalsel) memanfaatkan momen Hari Pers Nasional (HPN) 2025 untuk meluncurkan sebuah buku yang mengangkat potensi besar provinsi ini dalam bidang pertanian dan pariwisata. Buku yang berjudul Bumi Lambung Mangkurat – Bentangan Zamrud ini, dirancang sebagai apresiasi terhadap Kalsel sebagai tuan rumah HPN 2025 dan menggambarkan bagaimana daerah ini berperan sebagai gerbang logistik dan lumbung pangan Kalimantan.
Diterbitkan oleh Panitia Pelaksana HPN 2025 Kalsel, buku ini terdiri dari sekitar 200 halaman dengan desain lux dan ilustrasi kartun yang menarik. Buku ini terbagi menjadi dua bab, yakni Zamrud Suaka Pertanian dan Zamrud Suaka Wisata, dengan total 29 artikel yang ditulis oleh wartawan dari PWI Pusat dan PWI Kalsel. Artikel-artikel tersebut menggambarkan bagaimana Kalsel mendukung ketahanan pangan Indonesia dan mempromosikan kekayaan wisata lokal yang mempesona.
Hani, salah seorang penulis buku ini, mengungkapkan bahwa meskipun hanya dalam waktu kurang dari dua bulan, buku ini berhasil diterbitkan berkat dukungan dari penulis dan fotografer handal. “Proses pembuatan buku ini sangat cepat, dan kami berharap buku ini dapat memberikan gambaran yang lebih dalam tentang potensi Kalsel,” ujar pimpinan redaksi media online di Kalsel.
Buku ini rencananya akan diserahkan oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin, kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada acara puncak HPN yang digelar pada 9 Februari 2025 di halaman Perkantoran Gubernur Kalsel. Selain Presiden Prabowo, buku ini juga akan dibagikan kepada para menteri, akademisi, narasumber seminar, serta seluruh pengurus PWI provinsi se-Indonesia yang hadir di Kalsel.
Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, menjelaskan bahwa penerbitan buku ini adalah bentuk apresiasi terhadap Kalsel yang kaya akan sumber daya alam. “Kalsel memiliki keunggulan luar biasa di bidang pertanian dan pariwisata, dan kami bangga provinsi ini terpilih sebagai gerbang lumbung wisata nasional,” ujar Hendry.
Sejalan dengan tema HPN 2025, “Pers Mengawal Ketahanan Pangan Untuk Kemandirian Bangsa”, buku ini juga menggarisbawahi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai swasembada pangan, terutama melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang menargetkan penambahan 500 ribu hektar sawah baru di Kalsel.
Ketua Panitia HPN 2025, Raja Parlindungan Pane, menambahkan, “Penerbitan buku ini juga merupakan tanggung jawab PWI Pusat untuk mendukung ketahanan pangan di Kalsel. Kami berharap, dengan membaca buku ini, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya sektor pangan dan pariwisata bagi pembangunan Kalsel.”
Gubernur Kalsel, H. Muhidin, dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaannya atas potensi besar daerah ini. “Kalimantan Selatan adalah provinsi dengan kekayaan alam yang luar biasa, seperti tambang, pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan. Bumi Kalimantan Selatan adalah sekeping surga di Tanah Borneo yang dianugerahi Allah SWT dengan kekayaan alam dan letak geografis yang sangat menguntungkan,” kata Gubernur Muhidin.
Beberapa artikel menarik yang terdapat dalam buku ini antara lain: Kalimantan Selatan Miliki Peran Signifikan Jaga Ketahanan Pangan, Lumbung Pangan Langkah Besar Presiden Prabowo Subianto, serta Setiap Biji Padi Hasil Kerja Keras dan Doa: Rantau Badauh Pusat Penyebaran Bibit Padi Secara Nasional. Pada bab kedua, pembaca juga dapat menikmati artikel tentang keindahan wisata di Kalsel, seperti Meratus dan Kearifan Lokalnya dan Pasar Terapung, Bukan Sekadar Jual Beli di Atas Air.
Editor buku, A.R. Loebis, menyatakan bahwa kekayaan alam Kalsel, baik makro maupun mikro, tidak akan pernah habis untuk dibicarakan. “Buku ini memberikan gambaran yang mendalam tentang Kalsel yang tak hanya dikenal melalui teks, tetapi juga gambar yang memukau. Tak salah jika saya menyebutnya Bumi Lambung Mangkurat Dalam Genggaman,” ujarnya.
Dengan penerbitan buku ini, diharapkan masyarakat, baik di dalam maupun luar Kalsel, dapat lebih memahami dan menghargai potensi yang dimiliki daerah ini, serta semakin bangga terhadap kekayaan alam dan budaya yang ada di Kalimantan Selatan. (hni)
Tidak ada komentar