TRANSPLUS.ID, BANJARMASIN
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mengupayakan transparansi dan efisiensi dalam distribusi pupuk bersubsidi melalui program Integrasi Pupuk Bersubsidi (INPUBERS). Program berbasis teknologi ini mengandalkan sistem online untuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran kepada para petani.
Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Imam Subarkah, menjelaskan bahwa program ini melibatkan pendataan petani oleh penyuluh pertanian di setiap wilayah. Petani yang telah terdaftar dapat mengambil pupuk bersubsidi di kios resmi yang ditetapkan.
“Petani yang sudah terdata bisa mengambil pupuk bersubsidi di kios-kios yang telah ditentukan dengan membawa KTP. Dengan aplikasi INPUBERS, distribusi pupuk menjadi lebih transparan dan akurat,” ujar Imam pada Selasa (26/11/2024).
Kalsel menjadi salah satu dari lima provinsi yang ditunjuk sebagai pilot project program INPUBERS oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Keberhasilan penerapannya bahkan telah mendapatkan penghargaan. Imam menambahkan, alokasi pupuk bersubsidi di Kalsel pada tahun 2024 meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, menjadikan program ini semakin penting untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
Cara Kerja Aplikasi INPUBERS
Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kalsel, Rahmawati, menjelaskan bahwa aplikasi INPUBERS menjadi alat utama dalam pengambilan pupuk bersubsidi. Petani cukup membawa KTP ke kios penjual alat pertanian, di mana proses verifikasi dilakukan dengan memanfaatkan fitur foto dan tanda tangan elektronik.
“Melalui aplikasi INPUBERS, alokasi pupuk untuk setiap petani sudah tertera sesuai data dari penyuluh pertanian. Hal ini mencegah pengambilan berlebih dan memastikan distribusi tepat sasaran,” jelas Rahma.
Selain itu, aplikasi ini memberikan kendali lebih dalam memantau distribusi pupuk bersubsidi, sehingga membantu meningkatkan kualitas pelayanan dan mendukung produktivitas petani.
Dengan program INPUBERS, Pemerintah Provinsi Kalsel berharap kesejahteraan petani dapat meningkat seiring dengan distribusi pupuk bersubsidi yang lebih terarah dan efisien. (red)
Tidak ada komentar