Mantap RS bhayangkara totalitas dlm pelayanan
TRANSPLUS.ID, KUALA KAPUAS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas menyelenggarakan Rapat Paripurna ke‑18 Masa Persidangan II Tahun 2025 dengan agenda utama persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD 2025, Rabu (9/7/2025)
Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Kapuas, Ardiansah, dihadiri Wakil Bupati Dodo, S.P., Penjabat Sekda Dr. Usis I. Sangkai, jajaran Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah dan anggota dewan.
Dalam sambutannya, Bupati Kapuas H. M. Wiyatno menyampaikan apresiasi atas sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah dalam membahas revisi APBD. Ia menyatakan bahwa persetujuan perubahan anggaran ini akan menjadi landasan penting bagi percepatan program pembangunan dan pelayanan publik di sisa tahun anggaran.
“Dengan anggaran yang telah diperbarui, kami berharap program‑program vital bisa berjalan lebih optimal, terutama yang menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” kata Wiyatno.
Raperda Perubahan APBD 2025 yang disetujui mencakup sejumlah pos pengeluaran dan pendapatan yang direvisi untuk menyesuaikan kondisi riil di lapangan dan menghadapi tantangan keuangan daerah. DPRD Kapuas juga mendorong agar anggaran tambahan diprioritaskan untuk program strategis yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Anggota DPRD yang hadir menyampaikan harapan agar revisi anggaran ini tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar diterjemahkan dalam kegiatan di lapangan. Beberapa fraksi menekankan transparansi pelaksanaan anggaran dan pengawasan yang ketat agar realisasi perubahan APBD tidak menyimpang dari kebutuhan rakyat.
Bupati Wiyatno menegaskan bahwa komitmen pemerintah kabupaten adalah menjamin anggaran yang disetujui dapat dioptimalkan demi manfaat maksimal bagi masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk terus bersinergi dan mengawasi pelaksanaan perubahan APBD secara efektif dan efisien.
Dengan disahkannya Raperda ini, Kapuas memasuki fase baru dalam pengelolaan anggaran tahun 2025, dengan harapan realisasi pembangunan menjadi lebih adaptif dan responsif terhadap tantangan pembangunan lokal. (red)
Tidak ada komentar