TRANSPLUS.ID, Banjarmasin
Di tengah hiruk-pikuk penanganan berbagai masalah keamanan, Polres Barito Kuala mencatatkan capaian menarik hingga akhir tahun 2024. Walaupun tantangan masih besar, khususnya dalam penanggulangan narkoba, beberapa catatan menggembirakan pun terungkap, seperti penurunan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang patut diapresiasi.
Kapolres Barito Kuala, AKBP Anib Bastian, memaparkan hasil kinerja jajarannya selama satu tahun terakhir. Ia menyebutkan bahwa sepanjang 2024, pihaknya menangani 280 laporan kasus yang mencakup berbagai bidang.
Kasus yang menarik perhatian masyarakat yaitu dua kasus pembunuhan. Kasus tersebut terjadi di Kecamatan Tabunganen pada Sabtu, 13 Januari, dan di Kecamatan Alalak pada 19 Desember. Kedua peristiwa tersebut sempat menggemparkan warga, namun berkat kerja keras aparat kepolisian, kedua kasus berhasil terungkap dan para pelaku kini menjalani proses hukum.
Namun, sorotan utama bagi Polres Barito Kuala pada 2024 adalah peredaran narkotika. Satresnarkoba Polres Barito Kuala menggagalkan jaringan narkoba besar pada November 2024, dengan penyitaan barang bukti mencapai 1,3 kilogram sabu.
Dalam satu tahun penuh, pihak kepolisian mengungkap 87 kasus narkotika, dengan barang bukti total mencapai lebih dari 1,6 kilogram sabu dan sejumlah pil terlarang lainnya. Sebanyak 101 orang pelaku berhasil ditangkap, dengan empat di antaranya adalah wanita. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya mencatatkan 69 kasus.
Angka yang mencengangkan ini mencerminkan kenyataan pahit bahwa peredaran narkoba semakin meresahkan di Barito Kuala. Namun, di balik semua itu, keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan bahwa Polres Barito Kuala semakin siap dan sigap dalam memerangi kejahatan yang merusak masa depan generasi muda ini.
Sementara itu, di sisi lain, ada kabar baik terkait kecelakaan lalu lintas. Kasus lakalantas di Barito Kuala pada tahun 2024 menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Satlantas Batola menangani 43 kejadian laka lantas, dengan korban meninggal dunia sebanyak 34 orang, jauh berkurang dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 42 korban meninggal.
Selain itu, jumlah kecelakaan menurun sebanyak 8 kasus. Meskipun angka korban meninggal masih tinggi, penurunan ini menunjukkan adanya upaya nyata dalam meningkatkan kesadaran berlalu lintas dan penegakan hukum yang lebih ketat.
Kapolres Anib Bastian mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada berbagai pihak yang telah mendukung upaya kepolisian dalam menjaga Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di Barito Kuala. “Kerjasama yang baik antara kepolisian, pemerintah daerah, serta masyarakat sangat penting untuk menjaga situasi yang kondusif. Kami berharap di tahun 2025, kita bisa terus berkolaborasi untuk menciptakan Barito Kuala yang lebih aman dan nyaman,” ujarnya penuh harap. (hni)
Tidak ada komentar