Mantap RS bhayangkara totalitas dlm pelayanan
Tim Pengendali GENTING, yang dipimpin oleh Sekda Zulkipli Yadi Noor, mengadakan rapat koordinasi untuk membahas strategi pencegahan stunting di Kabupaten Barito Kuala. (foto: kominfo) TRANSPLUS.ID, Marabahan
Pada Rabu pagi, Tim Pengendali GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) menggelar rapat koordinasi penting yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Kuala, Zulkipli Yadi Noor, M.Sc. Rapat ini bertujuan untuk membahas berbagai langkah strategis dalam menghadapi permasalahan stunting yang masih menjadi tantangan besar di kabupaten tersebut.
Sekda Zulkipli Yadi Noor mengungkapkan bahwa rapat ini fokus pada rencana-rencana yang akan dilaksanakan serta tantangan yang perlu dihadapi dalam penanggulangan stunting. “Kita sudah membicarakan rencana-rencana yang akan dilaksanakan, kemudian problem-problemnya akan dihadapi seperti apa yang harus kita tangani. Rapat tadi berjalan dengan lancar dan menghasilkan beberapa langkah yang akan kita lakukan ke depan,” jelasnya usai rapat.
Dalam sesi wawancara terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Barito Kuala, Akhmad Wahyuni, S.Sos., M.IP, menambahkan bahwa salah satu fokus utama dalam rapat ini adalah masalah pendataan sasaran dan pengumpulan dana untuk program pencegahan stunting. “Hari ini, kami membentuk tim pengendali Genting. Semua pihak yang terlibat dalam surat keputusan itu dikumpulkan, diarahkan, dan dibahas bagaimana masalah pendataan, sasaran, serta pengumpulan dana untuk pencegahan stunting,” ujarnya.
Menurut data yang dirilis oleh pemerintah Kabupaten Barito Kuala, terdapat sekitar 1.340 jiwa yang teridentifikasi berisiko mengalami stunting. Program GENTING diharapkan dapat mengatasi permasalahan ini secara lebih komprehensif dan terorganisir.
“Program GENTING ini bukan hanya program pemerintah Kabupaten Barito Kuala, tetapi juga merupakan bagian dari program nasional. Oleh karena itu, perlu dukungan dari semua pihak – pemerintah, swasta, BUMN, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta media. Kami berharap, pada peringatan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-100, yakni pada tahun 2045, Indonesia bebas dari masalah stunting,” pungkas Akhmad Wahyuni.
Rapat ini menjadi momentum penting bagi pemerintah Kabupaten Barito Kuala dalam menanggulangi masalah stunting, yang berdampak besar pada kualitas hidup anak-anak dan generasi mendatang. Dukungan masyarakat serta berbagai elemen lainnya diharapkan dapat mempercepat tercapainya tujuan mulia ini. (red)
Tidak ada komentar