Pemkab Kapuas Serahkan Bantuan Kendaraan Operasional untuk Penanganan Karhutla

waktu baca 2 menit
Minggu, 27 Apr 2025 06:03 beritatrans

TRANSPLUS.ID, Kuala Kapuas – Bupati Kapuas, HM Wiyatno, didampingi oleh Wakil Bupati Kapuas, Dodo, menyerahkan bantuan kendaraan operasional roda dua jenis trail untuk penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kepada seluruh Camat se-Kabupaten Kapuas pada Senin (21/4/2025). Penyerahan kendaraan tersebut berlangsung di halaman Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kapuas dan merupakan langkah konkret Pemkab Kapuas untuk mempercepat dan meningkatkan efektivitas penanganan Karhutla di wilayah setempat.

Bupati Wiyatno dalam arahannya menegaskan bahwa penanganan Karhutla harus dilakukan secara maksimal dan membutuhkan dukungan operasional yang memadai. “Kendaraan operasional roda dua ini sangat penting untuk memudahkan petugas menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses, terutama yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya.

Selain kendaraan roda dua, Pemkab Kapuas juga menyerahkan bantuan berupa unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk memperkuat penanggulangan kebakaran. Bupati Wiyatno menyampaikan bahwa dengan adanya armada ini, proses penanganan Karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menginformasikan bahwa pada tahun ini terjadi pemekaran dinas dari Satpol PP dan Damkar Kapuas. “Damkar akan berdiri sendiri sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang tentunya akan semakin memperkuat kemampuan Pemkab Kapuas dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

Selain itu, Wiyatno juga menyinggung masalah musibah banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kapuas. Menanggapi hal tersebut, Pemkab Kapuas telah mengadakan rapat bersama sejumlah camat dari daerah yang sering terkena banjir. Dalam rapat tersebut dibahas mengenai rencana transmigrasi lokal untuk mengatasi dampak banjir yang kerap terjadi.

“Alhamdulillah, respon dari Kementerian Transmigrasi sangat positif. Staf Kementerian sudah menghubungi kami untuk segera menyelesaikan Rencana Teknis Satuan Permukiman (RTSP) terkait lokasi transmigrasi lokal,” kata Wiyatno.

Bupati Wiyatno menjelaskan bahwa transmigrasi lokal bukan sekadar relokasi, melainkan juga mencakup pembinaan terhadap kehidupan masyarakat setempat. Di lokasi transmigrasi, akan dibangun fasilitas seperti kantor desa, puskesmas, pasar, dan lainnya untuk mendukung kehidupan yang lebih baik bagi para transmigran. Selain itu, warga yang terlibat dalam program ini juga akan menerima bantuan hidup selama satu hingga dua tahun.

“Harapan kami, lokasi transmigrasi lokal ini benar-benar layak huni dan memiliki tanah yang subur, sehingga kebutuhan hidup mereka dapat terpenuhi dan mereka bisa hidup lebih baik,” tutup Wiyatno.

Penyerahan kendaraan operasional dan rencana transmigrasi lokal ini menunjukkan komitmen Pemkab Kapuas dalam mengatasi tantangan bencana alam serta memperbaiki kehidupan masyarakat di daerah yang rawan bencana. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA