Mantap RS bhayangkara totalitas dlm pelayanan
TRANSPLUS.ID – Palangkaraya, Kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang mitra ojek online (ojol) saat mengantar pesanan makanan di Palangkaraya menuai perhatian luas dari publik. Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor yang dikendarai korban dengan sebuah mobil ambulans di kawasan persimpangan Jalan Antang menuju Jalan Karet.
Insiden ini menjadi sorotan setelah beredar berbagai narasi di media sosial yang menyalahkan korban. Namun, komunitas ojek online menilai opini tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.
Aliansi Solidaritas Ojol Bersatu menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya mitra ojol bernama Akbar, yang wafat saat sedang menjalankan tugas pengantaran. Aliansi menegaskan bahwa korban merupakan tulang punggung keluarga dan sedang bekerja ketika kecelakaan terjadi.
Ketua Aliansi Solidaritas Ojol Bersatu, Gandy Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya keberatan dengan penggiringan opini yang menyudutkan almarhum.
“Kami sangat menyayangkan banyaknya komentar di media sosial yang langsung menyalahkan almarhum tanpa melihat fakta secara utuh. Dari rekaman CCTV yang beredar, jelas terlihat almarhum berada di jalur yang benar,” ujar Gandy dalam pernyataannya, Rabu (31/12/2026).
Menurut Gandy, rekaman CCTV justru menunjukkan bahwa kendaraan ambulans yang terlibat tidak dalam kondisi darurat, tidak menyalakan sirine, dan melanggar lampu lalu lintas yang saat itu menunjukkan tanda berhenti.
“Kami menghormati fungsi ambulans sebagai kendaraan prioritas. Namun, prioritas itu memiliki aturan. Jika tidak dalam kondisi darurat dan tidak menggunakan isyarat, maka tetap wajib mematuhi rambu dan lampu lalu lintas,” tegasnya.
Aliansi Solidaritas Ojol Bersatu pun meminta aparat penegak hukum untuk menangani perkara ini secara objektif dan adil, tanpa tekanan opini publik maupun asumsi sepihak. “Kami meminta pihak kepolisian bertindak profesional dan adil. Jangan sampai korban yang sudah meninggal justru dibebani kesalahan yang tidak sesuai fakta. Ini penting, bukan hanya untuk almarhum, tetapi juga demi rasa keadilan, ” kata Gandy.
Selain itu, aliansi juga meminta masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak terburu-buru menyimpulkan suatu peristiwa sebelum fakta lengkap terungkap.
Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko kerja mitra ojek online di jalan raya serta pentingnya penegakan aturan lalu lintas secara konsisten bagi seluruh pengguna jalan, tanpa terkecuali.
Aliansi Solidaritas Ojol Bersatu menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini sebagai bentuk solidaritas dan perjuangan keadilan bagi almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.
Tidak ada komentar