TRANSPLUS.ID, BANJARBARU,
Indeks Capaian Revolusi Mental (ICRM) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan tren positif. Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Hatimah, mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) evaluasi pelaksanaan program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang digelar di Banjarbaru, Selasa (26/11/2024).
Menurut Husnul, terdapat perubahan signifikan dalam lima dimensi utama GNRM, yaitu Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Bersatu, dan Gerakan Indonesia Mandiri. Pada tahun 2023, ICRM Kalsel tercatat di angka 77,66 poin, meningkat 2,98 poin dari tahun 2021, dan melampaui rata-rata nasional yang berada di 73,82 poin.
“Data statistik menunjukkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Namun, kita berharap perubahan sikap dan mental masyarakat Kalsel juga dapat terlihat nyata,” ujar Husnul.
Peningkatan ini merupakan hasil sinergi antara berbagai pihak di tingkat provinsi. Dukungan terhadap kebijakan GNRM yang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo melalui Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 terus dilakukan. GNRM kemudian dijabarkan dalam berbagai regulasi, termasuk Peraturan Menteri Koordinator PMK Nomor 6 Tahun 2021 tentang pedoman pelaksanaan GNRM, serta menjadi salah satu program strategis dalam RPJMN 2020-2024.
Di Kalsel, koordinasi pelaksanaan GNRM dimediasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalsel bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Kalsel terus mendukung kebijakan ini dengan langkah nyata melalui koordinasi dan implementasi di lapangan,” tambahnya.
Rakor ini juga menghadirkan dua narasumber, yaitu Hendra dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalsel yang memaparkan materi berjudul Program Prioritas Provinsi Kalsel 2021-2026 dalam Mendukung Program Nasional Revolusi Mental, serta Warsito, Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kementerian PMK.
Diharapkan, keberlanjutan program GNRM di Kalsel tidak hanya meningkatkan angka indeks, tetapi juga menciptakan perubahan mental dan budaya kerja masyarakat yang lebih baik. (Red)
Tidak ada komentar