Bukan Sekadar Penegak Hukum, Bhabinkamtibmas Jadi Penjembatan Konflik Tanah di Bukit Batu

waktu baca 2 menit
Kamis, 3 Jul 2025 13:22 beritatrans

TRANSPLUS.ID, Palangka Raya – Ketika konflik mulai meruncing dan solusi sulit ditemukan, sosok berseragam cokelat itu hadir bukan dengan borgol atau sirine, melainkan dengan niat damai. Di Balai Basara, Kantor Kelurahan Tumbang Tahai, suasana tegang antar dua warga yang bersengketa tanah akhirnya mencair berkat mediasi yang dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Polsek Bukit Batu, Aipda Alon.

Sabtu siang, 11 Januari 2025, menjadi saksi bagaimana aparat Polri tak hanya berdiri sebagai penegak hukum, namun juga sebagai penengah yang menjunjung kearifan lokal. Sengketa lahan di kawasan Jalan Ex PT. Kayon, Kelurahan Tumbang Tahai, semula berpotensi menjadi konflik panjang. Namun kehadiran aparat kepolisian sebagai mediator menunjukkan pendekatan yang lebih humanis.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, melalui Kapolsek Bukit Batu Ipda M. Hafiizh Ramadhan, menyampaikan bahwa peran Aipda Alon dalam proses mediasi murni sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk memihak.

> “Anggota kami hadir dalam posisi netral. Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga menjadi penghubung komunikasi yang sehat antarwarga,” ujar Ipda Hafiizh.

 

Mediasi ini difasilitasi oleh pihak kelurahan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dalam meredam konflik horizontal. Aipda Alon, yang selama ini dikenal dekat dengan warga binaannya, menjadi simbol bahwa pendekatan humanis dari aparat bisa menjadi jalan damai yang lebih diterima oleh masyarakat.

Polisi di Tengah Masyarakat, Bukan di Atasnya

Konflik pertanahan memang bukan perkara baru di Kalimantan Tengah. Namun keterlibatan aktif Polsek Bukit Batu dalam proses mediasi menjadi bukti bahwa wajah Polri kini tak hanya terlihat di balik garis polisi, tapi juga hadir dalam ruang-ruang penyelesaian konflik yang lebih bermartabat.

Lewat upaya ini, Polri menegaskan kembali perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat—yang tidak hanya bekerja saat sirene berbunyi, tapi juga ketika suara masyarakat butuh didengar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA