Terdesak hutang, lansia 50 tahun nekat rampok dan lukai korbannya

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Mar 2025 20:08 beritatrans

TRANSPLUS.ID, Banjarmasin- Demi bayar hutang,itulah yang menjadi alasan perempuan berusia 50 tahun ini nekat melakukan perampokan.

Aksi Umi Salamah alias Umi yang sempat menghebohkan dan viral di sosial media terjadi Jalan Setia, Kelurahan Pemurus Banjarmasin Barat, Jumat (14/3/2025) berhasil terungkap oleh tim gabungan dari Opsnal Polsek Banjarmasin Selatan, Tim Macan Resta, serta Subdit III Ditkrimum Polda Kalsel bererapa jam.setelah kejadian.

Menurut Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Cuncun Kurniadi, melalui Kasat Reskrim AKP Eru Alsepa dan Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Christugus Lirens, mengungkapkan bahwa penangkapan pelaku dilakukan berkat rekaman CCTV dan keterangan saksi di lokasi kejadian.

“Pelaku menyerang korban, Hj Fatmah (74), dengan merampas kalung emasnya dan bahkan memukul kepala korban hingga terluka parah ,” jelas AKP Eru Alsepa dalam konferensi pers Kamis (20/3/2025).

Usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), tim kepolisian langsung bergerak cepat dan menangkap Umi Emas di kediamannya.

Berdasarkan keterangan Umi ,ia terdesak utang sebesar Rp 5 juta yang dipinjamnya untuk modal usaha berjualan kue.

“Saya benar-benar terpaksa, Pak. Saya punya utang yang harus segera dibayar,” ucap Umi sambil menundukkan wajah

Di akui Umi, ia mengenal korban dan tidak pernah memiliki masalah sebelumnya. Namun, tekanan ekonomi membuatnya kehilangan kendali.

“saya datang ke rumah korban untuk mengantarkan pesanan kue. Namun, saat melihat korban mengenakan kalung emas 99 seberat 30 gram, saya tergiur dan spontan mengambil kayu.

Setelah melukai korban, ia membawa kabur emas rampasan itu dan pulang ke rumahnya seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Barang bukti seperti selop sepatu dan senjata tajam yang dibawanya pun disembunyikan.

“Uang hasil rampokan rencananya buat bayar utang Rp5 juta dan keperluan rumah. Saya baru pertama kali melakukan ini, saya sangat menyesal, mohon ampun, apalagi saya punya anak yatim.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA