Mantap RS bhayangkara totalitas dlm pelayanan
TRANSPLUS.ID, Kapuas – Kalimantan Tengah – Pagi itu, Minggu (24/8), udara di sepanjang Jalan Lintas Palangka Raya–Buntok masih berembus tenang. Tapi di balik kesejukan desa Bagugus, Satresnarkoba Kapuas tengah mengintai target mereka. Informasi dari warga menyebutkan, seorang pria membawa sabu dalam jumlah besar melintas di jalur tersebut.
Sekitar pukul 10.30 WIB, sebuah mobil Toyota Calya oranye akhirnya dihentikan. Dari balik kemudi, muncul pria berusia 37 tahun, dikenal dengan inisial Z, seorang buruh tani asal Palangka Raya. Ketegangan meningkat ketika tas yang dibawanya digeledah. Benar saja, 10 paket sabu seberat 45,76 gram ditemukan bersama timbangan digital dan ponsel. Z tak banyak bicara saat digelandang ke mobil polisi.
Namun operasi hari itu belum selesai. Tiga jam berselang, tim kembali bergerak ke Desa Sei Gawing, Kecamatan Mantangai. Target kali ini adalah HM (56). Rumah kayu sederhana di tepi jalan menjadi saksi saat aparat masuk dan menemukan 5 paket sabu dengan berat 25,46 gram. Di samping barang bukti, sebuah motor Honda ADV dan ponsel disita, diduga sebagai alat transaksi.
Sore menjelang petang, operasi berlanjut ke Kecamatan Timpah. Di Desa Tumbang Randang, aparat mendatangi rumah A (48). Saat penggeledahan, 35 paket sabu seberat 9,68 gram berhasil disita. Tas slempang, timbangan digital, dan sendok takar ikut diamankan. A hanya bisa menunduk ketika tangannya diborgol.
Dalam kurun waktu kurang dari delapan jam, tiga lokasi, tiga tersangka, dan hampir satu ons sabu berhasil diamankan. Kasat Reserse Narkoba Polres Kapuas mengungkapkan bahwa semua ini berawal dari keresahan masyarakat. “Kami mendapat laporan warga soal aktivitas mencurigakan. Dari situ kami susun penyelidikan hingga penangkapan beruntun bisa dilakukan,” ujarnya.
Kini, ketiga pria tersebut ditahan di Polres Kapuas. Mereka dijerat Pasal 114 dan 112 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.
Bagi aparat, keberhasilan ini hanyalah satu babak dari perjuangan panjang. Sementara bagi masyarakat Kapuas, hari itu menjadi bukti bahwa suara mereka tak sia-sia—informasi kecil yang disampaikan ke polisi bisa menyelamatkan generasi muda dari jerat narkotika.
Tidak ada komentar