Police Goes to School : Satlantas Edukasi Siswa soal Tertib Lalu Lintas dan Bahaya Balapan Liar

waktu baca 2 menit
Senin, 21 Jul 2025 15:23 beritatrans

TRANSPLUS.ID, Banjarmasin – Operasi Patuh Intan 2025 tinggal menyisakan tiga hari. Menjelang berakhirnya operasi tersebut, personel Unit Kamsel Satlantas Polresta Banjarmasin semakin gencar melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah lewat program Police Goes to School.Senin (21/7), giliran SMP Negeri 27 Banjarmasin di kawasan Sungai Andai yang dikunjungi.

Kegiatan diawali dengan upacara pagi, di mana Kanit Kamsel Ipda Ansha Bhakti Satyabharda bertindak sebagai pembina upacara sekaligus memberikan materi keselamatan lalu lintas.

Antusiasme para siswa terlihat tinggi. Mereka menyimak materi dengan serius, sementara para guru dan kepala sekolah mengapresiasi kehadiran jajaran kepolisian di lingkungan pendidikan.

Kasat Lantas Polresta Banjarmasin Kompol Edwin Widya Dirotsaha Putra melalui Kanit Kamsel Ipda Ansha menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Satgas Preemtif Operasi Patuh Intan 2025.

“Melalui pendekatan seperti ini, kami berharap para pelajar dapat memahami pentingnya keselamatan berkendara dan menjadi pelopor tertib lalu lintas di lingkungan mereka,”ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, disampaikan sejumlah materi penting, di antaranya, penjelasan mengenai Operasi Patuh Intan 2025 dan tujuh sasaran prioritas pelanggaran lalu lintas Edukasi keselamatan berkendara Imbauan kepada pelajar sebagai generasi milenial agar menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

“Tujuannya agar anak-anak sejak dini sadar akan pentingnya menjaga keselamatan di jalan, sekaligus membantu menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas,” harap Ansha.

“Kami juga fokus memberikan sosialisasi tentang balapan liar yang kerap terjadi di kota Banjarmasin,” tambahnya.
Guru Bimbingan Konseling (BK) SMP Negeri 27, Bariah, memberikan apresiasi atas kehadiran Satlantas Polresta Banjarmasin yang sangat membantu, terutama dalam memberikan pengarahan tentang keselamatan berkendara.

Pengarahan tersebut dianggap penting mengingat masih maraknya keterlibatan pelajar dalam geng motor dan aksi balapan liar.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran petugas Satlantas yang langsung memberikan materi secara langsung. Sebagai guru BK, saya juga rutin memberikan layanan klasikal di kelas, mengingatkan siswa tentang larangan berkendara sembarangan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Apalagi terkait bahaya aksi balapan liar dan geng motor yang sangat berbahaya,” ujar Bariah.

“Petugas juga menegaskan bahwa pelajar yang terlibat tidak akan dilepaskan begitu saja, melainkan akan dikenakan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA