Syaifullah Tamliha Percaya Diri Dan Siap Melangkah Lebih Jauh

waktu baca 2 menit
Kamis, 28 Nov 2024 10:04 beritatrans

TRANSPLUS.ID, Martapura

Pasangan calon Bupati Banjar, Saidi-Idrus, mengklaim kemenangan dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Banjar. Namun, kubu Syaifullah Tamliha-Habib Ahmad Bahasyim tampak santai dan optimis meski hasil sementara menunjukkan perolehan suara yang berbeda. Berdasarkan sejumlah kanal perhitungan cepat pemilu, pasangan Saidi-Idrus memperoleh 226.236 suara, sedangkan Tamliha-Habib baru meraih 43.547 suara.

Meski hasil tersebut jauh tertinggal, Syaifullah Tamliha tetap yakin bahwa proses pilkada belum berakhir. “Proses pilkada ini belum berakhir,” ujar Tamliha dengan tegas, Kamis sore (28/11). Menurutnya, KPU (Komisi Pemilihan Umum) belum menetapkan hasil resmi Pilbup Banjar, dan karena itu, ia tidak merasa khawatir. “Belum ending. Karena proses akhir Pilkada Kabupaten Banjar ini masih panjang,” tambahnya.

Bagi Tamliha, selama KPU belum mengumumkan hasil resmi, belum ada yang bisa disebut sebagai pemenang. “Hanya orang lemah yang berputus asa dari rahmat Allah,” ucapnya dengan semangat. Ia menegaskan bahwa hasil sementara tidak bisa dijadikan patokan, karena tahapan perhitungan suara masih berlanjut.

Kabupaten Banjar memiliki daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 425.597 orang, dan sejauh ini KPU baru mulai melakukan rekapitulasi suara di tingkat kecamatan. Proses ini akan terus berlanjut hingga tingkat provinsi sebelum hasil akhir diumumkan.

“Saya akan senantiasa taat pada aturan konstitusi. KPU belum menetapkan siapa pemenang Pilkada Kabupaten Banjar. Sehingga terlalu dini bagi saya untuk mengambil sikap,” jelas Tamliha.

Tamliha juga menegaskan bahwa sejak awal ia mengikuti kontestasi Pilbup Banjar dengan sikap yang fair, mengikuti prosedur dan aturan yang ada. Ia memastikan bahwa kampanyenya tidak melibatkan praktik politik uang. “Saya tidak menggiring Kabupaten Banjar ini untuk melakukan money politic. Satu desa pun tidak saya berikan apa-apa,” tegasnya.

Syaifullah Tamliha ingin sistem demokrasi di Kabupaten Banjar tetap sehat, dengan masyarakat yang terdidik untuk memberikan hak pilihnya secara rasional tanpa adanya iming-iming uang. “Semoga ini menjadi pelajaran politik. Bahwa seorang politikus tidak harus menggunakan uang untuk mencapai kekuasaan,” ujarnya.

Ia juga memuji sikap rasional masyarakat Banjar, yang tetap memilihnya meski tidak ada janji uang atau iming-iming lainnya. “Saya bangga dengan masyarakat Banjar yang memilih dengan hati nurani,” tutupnya. (hni)

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    asahjiwa
    1 tahun  lalu

    tetap optimis menang syaifulah tamliha

    Balas
    asahjiwa
    1 tahun  lalu

    tetap optimis sidin

    Balas
LAINNYA