Membangun Transparansi: Cerita Dibalik Monev Keterbukaan Informasi di Batola

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Des 2024 14:56 beritatrans

TRANSPLUS. ID, Batola

Di ruang rapat yang penuh kehangatan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Barito Kuala, Hery Sasmita, menyambut kedatangan rombongan Komisi Informasi (KI) Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (29/11)

Hari itu, agenda monitoring dan evaluasi (Monev) keterbukaan informasi publik tengah berlangsung. Namun, di balik kunjungan formal ini, ada cerita tentang komitmen dan tantangan yang dihadapi dalam membangun transparansi di daerah.

“Pekerjaan ini bukan sekadar tugas administratif. Ini tentang memastikan masyarakat mendapatkan haknya untuk tahu,” ujar Hery. Pernyataannya mencerminkan semangat pemerintah daerah yang terus berbenah demi memberikan pelayanan informasi terbaik.

Menghidupkan Keterbukaan di Tengah Tantangan

Kabupaten Barito Kuala, dengan keberagaman masyarakatnya, memiliki tantangan tersendiri dalam memastikan keterbukaan informasi.

Informasi yang disampaikan harus jelas, akurat, dan tepat sasaran. Namun, keterbatasan sumber daya dan infrastruktur sering kali menjadi kendala.

Ketua Komisi Informasi Kalsel, Nawang Wijayati, memahami betul situasi ini. “Keterbukaan informasi tidak hanya soal mengunggah data ke internet. Ini tentang membangun budaya transparansi yang melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat,” katanya saat memberikan sambutan.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Nawang mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah sebagai garda terdepan dalam implementasi keterbukaan informasi.

Ia juga mengapresiasi langkah Diskominfo Barito Kuala yang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, meskipun dihadapkan pada berbagai kendala.

Sinergi untuk Masa Depan yang Lebih Transparan

Kunjungan Monev ini bukan hanya tentang mengevaluasi kinerja, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Komisi Informasi.

Melalui dialog dan masukan konstruktif, keduanya berusaha mencari solusi untuk meningkatkan indeks keterbukaan informasi publik di Kalimantan Selatan.

“Kami sangat terbuka terhadap masukan dari Komisi Informasi. Semoga upaya ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat Barito Kuala,” tambah Hery.

Di balik perjalanan panjang menuju keterbukaan informasi, ada kerja keras para pegawai pemerintah daerah yang sering kali luput dari sorotan.

Mereka adalah orang-orang yang mendokumentasikan, menyusun, dan menyampaikan informasi demi menjamin hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar.

Harapan untuk Masa Depan

Kegiatan Monev hari itu diakhiri dengan senyuman dan harapan. Harapan bahwa transparansi bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan menjadi budaya yang mengakar kuat.

“Kami percaya, dengan kerja sama yang baik, kita bisa mewujudkan pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel,” tutup Nawang.

Cerita dari Barito Kuala ini menjadi pengingat bahwa keterbukaan informasi adalah perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen, sinergi, dan kerja keras dari berbagai pihak. Di sinilah masyarakat menjadi penerima manfaat terbesar, menikmati hak mereka atas informasi yang jelas dan akurat. (hani)

Kadiskominfo Batola, Hery Sasmita berdiskusi dengan Komisi Informasi (KI) Kalsel

foto: Diskominfo Batola

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA