Mantap RS bhayangkara totalitas dlm pelayanan
Pemkab Batola menerima penghargaan Terbaik I se-Kalimantan Selatan atas capaian pelayanan KB MKJP, diserahkan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan di Balai Penyuluhan KB Guntung Manggis, Banjarbaru. TRANSPLUS.ID, Barito Kuala – Komitmen kuat Kabupaten Barito Kuala dalam meningkatkan akses pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan reproduksi membuahkan hasil gemilang. Dalam kegiatan pelayanan KB serentak di enam pasar tradisional, Barito Kuala sukses meraih penghargaan Terbaik I se-Kalimantan Selatan dalam capaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Kegiatan yang digelar pada Rabu, 26 Februari 2025 itu diinisiasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Barito Kuala. Dengan menggandeng Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan, serta pengelola pasar, kegiatan ini menyasar pedagang dan pengunjung pasar sebagai bagian dari upaya mendekatkan layanan KB ke masyarakat akar rumput.
Pelayanan diberikan di enam kecamatan: Marabahan, Bakumpai, Tabukan, Mandastana, Alalak, dan Tamban. Kegiatan ini menghadirkan tenaga medis, bidan, serta kader kesehatan yang tidak hanya melayani tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesehatan reproduksi dan manfaat KB, khususnya MKJP seperti IUD, implan, dan kontrasepsi mantap.
Antusiasme masyarakat tinggi. Dari target 350 akseptor, kegiatan ini berhasil menjangkau 379 akseptor atau 108% capaian. Khusus pelayanan MKJP, tercatat sebanyak 103 akseptor berhasil dilayani, menjadikan Barito Kuala sebagai daerah dengan capaian MKJP tertinggi di Kalimantan Selatan.
Penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik I dalam capaian KB MKJP diserahkan langsung oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Farah Adibah, S.IP, M.Si, kepada perwakilan Barito Kuala pada Senin (21/04) di Balai Penyuluhan KB Guntung Manggis, Banjarbaru.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa pendekatan pelayanan berbasis komunitas dan lokasi strategis seperti pasar tradisional mampu menjangkau masyarakat secara lebih efektif. Inovasi dan sinergi antar lembaga di Barito Kuala menjadi contoh nyata bahwa pelayanan KB tidak harus terbatas pada fasilitas kesehatan, tetapi bisa hadir di tengah aktivitas harian masyarakat.
Dengan capaian ini, Barito Kuala tak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga membuktikan diri sebagai daerah yang serius membangun kualitas hidup masyarakat melalui program KB dan kesehatan reproduksi yang berkelanjutan. (red)
Tidak ada komentar