Asisten II Buka Ekspose Laporan Akhir Kajian Produk Unggulan Daerah Kapuas

waktu baca 2 menit
Jumat, 7 Nov 2025 06:40 redaksi2

TRANSPLUS.ID, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) menggelar Ekspose Laporan Akhir Kajian Penyusunan Produk Unggulan Daerah, bertempat di Aula Bapperida Kapuas, Jumat (7/11/2025).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Kabupaten Kapuas, Kusmiatie, yang dalam kesempatan itu membacakan sambutan Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa penyusunan dokumen produk unggulan daerah merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mendukung program nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

“Penyusunan dokumen ini selaras dengan Asta Cita No. 5, yaitu melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta Asta Cita No. 6, membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujar Kusmiatie.

Asisten II menjelaskan bahwa kegiatan ekspose ini merupakan tahap akhir dari penyusunan dokumen yang menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang terintegrasi dan partisipatif. Pemerintah Kabupaten Kapuas melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) sejak tahap awal, mulai dari penggalian isu strategis hingga perumusan kebijakan pengembangan produk unggulan.

“Tujuannya agar capaian kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kapuas melalui hilirisasi produk unggulan dapat dipetakan secara terarah, efektif, efisien, dan berdaya guna,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Kapuas juga terus mendorong penguatan ekosistem produk unggulan daerah, termasuk dukungan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), sektor kerajinan dan dekorasi, serta pengembangan jejaring usaha lokal.

Kusmiatie menegaskan pentingnya membangun budaya produktif, inovatif, dan kolaboratif dalam mengembangkan produk turunan bernilai ekonomi tinggi. “Harus terbangun pergeseran dari budaya konsumtif ke budaya industri dan kewirausahaan,” pungkasnya. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA