Banjarmasin Rayakan Hari AIDS Sedunia: Mewujudkan Kesetaraan dan Mengurangi Stigma HIV

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Des 2024 11:46 beritatrans

TRANSPLUS.ID, Banjarmasin

Di pagi yang cerah di Kawasan Siring Menara Pandang, Kota Banjarmasin, ratusan warga berkumpul untuk memperingati Hari AIDS Sedunia 2024, Minggu (1/12). Beragam kegiatan seperti senam sehat, pemeriksaan kesehatan, hingga konsultasi menyusui berlangsung dengan semarak. Dengan mengusung tema “Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa”, acara ini menyatukan elemen masyarakat untuk melawan stigma dan meningkatkan kesadaran tentang HIV/AIDS.

Hadir dalam kegiatan ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Nurul Ahdani, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Hj. Siti Wasilah, serta Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Tabiun Huda. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap perjuangan melawan wabah global ini.

Pesan Peduli dari Ketua TP PKK

Hj. Siti Wasilah, istri Wali Kota Banjarmasin, dengan tulus mengajak masyarakat untuk peduli terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). “Kita semua harus memberi ruang bagi ODHA, karena mereka juga berhak mendapatkan tempat yang layak dalam masyarakat,” ujarnya, penuh empati.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah awal deteksi dini. “Jangan segan untuk memeriksakan diri. Dengan mengenali tanda dan gejala sejak dini, kita bisa mencegah penyebaran virus HIV,” katanya.

Namun, Wasilah juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman perilaku seks berisiko, termasuk hubungan sejenis, yang dapat menjadi pintu masuk infeksi HIV. Pesannya tegas namun sarat dengan harapan, bahwa melalui pendidikan dan kesadaran, penyebaran HIV bisa ditekan.

Membangun Kesadaran Bersama

Kegiatan ini tak hanya sekadar seremonial. Ada kehangatan dan semangat di setiap interaksi—mulai dari warga yang berkonsultasi dengan tenaga kesehatan hingga anak-anak yang ikut menikmati suasana. Program pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan kulit, disambut dengan antusias oleh warga yang ingin memastikan kesehatannya.

Di atas segalanya, peringatan ini membawa pesan penting: bahwa perjuangan melawan HIV/AIDS bukan hanya tentang angka dan statistik, tetapi tentang manusia, hak, dan kebersamaan. Dengan kesadaran, empati, dan aksi nyata, Banjarmasin menunjukkan bahwa masyarakatnya siap mendukung hak setara untuk semua.

Hari itu di Siring Menara Pandang, pesan tentang harapan, kepedulian, dan solidaritas bergaung—sebuah langkah kecil menuju dunia yang lebih inklusif dan bebas stigma. (hni)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA