Pemkab Kapuas Susun Dokumen Produk Unggulan Daerah

waktu baca 2 menit
Jumat, 26 Sep 2025 15:17 redaksi2

TRANSPLUS.ID, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) menggelar rapat Ekspose Laporan Pendahuluan Kajian Penyusunan Produk Unggulan Daerah, bertempat di Aula Bapperida, Jalan Tambun Bungai, Jumat (26/9/2025).

Kegiatan ini menjadi inisiasi Pemkab Kapuas dalam mendukung Asta Cipta nomor 5, yakni hilirisasi dan industrialisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri, serta Asta Cipta nomor 6, yakni pembangunan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Bupati Kapuas H.M. Wiyatno, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kusmiatie, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. “Proses perencanaan pembangunan dilakukan secara terintegrasi dan partisipatif. Mari kita wujudkan produk unggulan daerah sebagai dasar pengembangan kebijakan dan strategi pembangunan di Kapuas,” ujar Kusmiatie.

Bupati juga menekankan pentingnya hilirisasi produk unggulan agar lebih terarah, efektif, efisien, dan berdaya guna. “Saya minta saran dan masukan dari para tamu agar dokumen ini tersusun dengan baik, karena akan menjadi acuan pembangunan lima tahun ke depan,” tambahnya.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Asisten II Kusmiatie, didampingi Sekretaris Bapperida Kapuas Maria Zusana Natalestarie, dan dihadiri sejumlah Kepala OPD terkait, perwakilan BPS, perwakilan camat, tim penyusun dari CV. Pijar Mulya Wisesa, serta tamu undangan lainnya.

Maria menekankan pentingnya kesinambungan dari kajian sebelumnya yang disusun pada 2024, khususnya terkait sektor pertanian seperti padi dan nanas. “Kajian kali ini diharapkan memperkuat hasil sebelumnya agar program yang dirumuskan dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan,” ujar Maria.

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memfinalisasi Rencana Strategis (Renstra) perangkat daerah, yang akan ditinjau oleh tim Inspektorat (APIP) pada 1–4 Oktober mendatang. Hasil kajian diharapkan menjadi panduan pembangunan yang terukur, berbasis data, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kapuas. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA