Mantap RS bhayangkara totalitas dlm pelayanan
TRANSPLUS.ID, Marabahan – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Kabupaten Barito Kuala (Batola) akan menjadi prioritas utama dalam peningkatan produksi padi nasional. Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerjanya saat menghadiri Rapat Koordinasi Akselerasi Kegiatan Optimasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah di Gedung KH. Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (18/3).
Dalam acara yang dihadiri perwakilan Dinas Pertanian se-Kalimantan Selatan dan 1.097 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Mentan mengungkapkan bahwa sektor pertanian mendapat perhatian serius dari Presiden, dengan anggaran yang meningkat empat kali lipat menjadi Rp30 triliun untuk operasional cetak sawah.
“Untuk Barito Kuala, anggaran akan ditambahkan menjadi Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar untuk alat pertanian. Dengan ini, lapangan kerja terbuka, pengangguran berkurang, ekonomi berputar, dan Bupati Batola akan dikenang sepanjang masa,” ujar Mentan.
Bupati Barito Kuala, Dr. H. Bahrul Ilmi, SH, MH, menyambut baik kebijakan tersebut dan menyatakan kesiapan daerahnya untuk berkontribusi dalam upaya swasembada pangan nasional. “Ini momentum bagi Batola untuk memberikan sumbangsih nyata bagi ketahanan pangan Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menegaskan bahwa kepala daerah yang tidak hadir dalam Rakor harus segera melaporkan diri kepadanya untuk memastikan kesiapan mereka menerima bantuan dari Kementerian Pertanian.
“Sesuai arahan Mentan, bagi Bupati yang tidak hadir, bantuannya akan ditahan sementara. Saya minta mereka segera menghadap kepada saya agar bisa dilaporkan ke Menteri,” tegas Gubernur.
Dengan prioritas yang diberikan kepada Batola, diharapkan produksi padi di Kalimantan Selatan dapat meningkat secara signifikan dan mendukung target swasembada pangan nasional.
Tidak ada komentar