DPRD Kalsel Uji Coba Pembukaan Dua U-Turn di Handil Bakti

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Feb 2026 06:30 beritatrans

TRANSPLUS.ID, BANJARMASIN – Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait keberadaan putaran balik (U-Turn) di Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, yang dinilai kurang tepat dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dinas terkait.

Keluhan masyarakat mencuat akibat banyaknya pengendara, khususnya kendaraan roda dua, yang nekat melawan arus saat menyeberang jalan. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di kawasan Handil Bakti.

RDP dilaksanakan di Ruang Rapat Ismail Abdullah, Lantai 4 Gedung B DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (5/2/2026), dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Supian HK.

Dalam rapat tersebut, disepakati langkah uji coba dengan membuka dua U-Turn baru sebagai solusi sementara untuk mengurai permasalahan lalu lintas di kawasan tersebut.

“Hasil rapat ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita akan melakukan uji coba dengan membuka dua U-Turn baru. Pelaksanaannya dalam waktu satu minggu, paling lambat dua minggu. Jadi sebelum bulan puasa sudah dibuka,” ujar Supian HK.

Ia menegaskan, pelaksanaan uji coba tersebut akan dipantau secara intensif. Apabila dalam kurun waktu satu hingga tiga bulan setelah pembukaan U-Turn terjadi peningkatan angka kecelakaan lalu lintas, maka kebijakan tersebut akan dievaluasi dan U-Turn yang dibuka dapat ditutup kembali.

“Kalau nanti setelah dibuka ternyata dalam satu sampai tiga bulan angka kecelakaan meningkat, maka akan kita tutup kembali,” tegasnya.

Selain solusi jangka pendek, Supian HK juga menyampaikan rencana jangka panjang guna meningkatkan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan warga sekitar.

“Untuk jangka panjang, setelah dilakukan penataan, akan dibangun jembatan penyeberangan. Ini untuk memudahkan anak-anak sekolah, sehingga para ibu tidak perlu lagi menyeberang jalan yang berbahaya,” pungkasnya. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA