Kebakaran Tragis di Banjarmasin, Kakek 70 Tahun Tewas Terbakar di Rumahnya

waktu baca 2 menit
Jumat, 31 Jan 2025 09:06 beritatrans

TRANSPLUS.ID, Banjarmasin

Ketika dalam keheningan Subuh, sebuah kobaran api membangunkan warga Jalan Perintis Kemerdekaan Gang Banda Neira RT 20, Banjarmasin Tengah. Pada Jumat pagi, sekitar pukul 05.00 WITA, sebuah tragedi terjadi yang merenggut nyawa seorang kakek, Jamhuri Hasan (70), yang terjebak di dalam rumahnya saat api melalap kediamannya.

Kebakaran yang dimulai dengan cepat ini, ternyata tidak hanya menghancurkan rumah Jamhuri Hasan. Api yang membesar juga merembet ke rumah bedakan Hj Mariati yang disewa oleh Darmawan, serta rumah Rahmayana dan rumah kosong milik Norhayani. Seketika, warga yang masih terlelap pun terbangun oleh teriakan panik dari tetangga yang melihat api mulai melahap rumah-rumah di sekitar mereka.

Ketua RT 20, Hendi, yang pada saat itu berada di lokasi, mengatakan bahwa saat kejadian, tidak ada yang tahu pasti asal api. Api sudah membesar dengan cepat saat Adzan Subuh berkumandang, sementara sebagian besar warga masih tertidur lelap. “Warga langsung berhamburan keluar rumah begitu menyadari ada kebakaran,” ungkap Hendi, dengan nada penuh kesedihan.

Meski relawan pemadam kebakaran datang dengan cepat dan berhasil memadamkan api, sayangnya Jamhuri Hasan tidak selamat. Ia ditemukan terjebak di dalam rumahnya, tidak berhasil keluar dari kobaran api yang semakin membesar.

Keluarga korban yang sangat berduka segera membawa jenazah Jamhuri ke Masjid Jami untuk dimandikan dan disalatkan setelah Salat Jumat. Setelah itu, jenazah almarhum dibawa ke pemakaman keluarga untuk dimakamkan dengan penuh rasa hormat dan doa.

Dalam suasana duka tersebut, Kapolsek Banjarmasin Tengah, Kompol Eka Saprianto SIk SE, mengonfirmasi bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Kehilangan yang dialami oleh keluarga korban dan warga sekitar sangatlah mendalam. Bagi banyak orang yang mengenal Jamhuri Hasan, ia adalah sosok yang ramah dan penuh kebaikan. Kebakaran ini tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarganya.

Di tengah kepedihan, warga setempat berharap tragedi ini bisa menjadi pengingat untuk lebih waspada dan lebih peduli terhadap keselamatan, terutama dalam menghadapi bahaya kebakaran yang bisa datang kapan saja. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA