Berkarir di Sektor Pertanian: Peluang Emas untuk Generasi Muda Membangun Negeri!

waktu baca 2 menit
Senin, 25 Nov 2024 12:09 beritatrans

TRANSPLUS.ID, MARABAHAN

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di Desa Anjir Pasar Kota, Handil Tura, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala (Batola), pada Jumat (22/11/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong akselerasi produksi pangan nasional, khususnya dalam komoditas padi melalui Program Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah Baru.

Dalam kegiatan tersebut, Mentan Amran didampingi oleh Plh. Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, serta pimpinan Forkopimda setempat dan jajaran dinas terkait.

Mentan Amran menjelaskan bahwa kunjungannya kali ini merupakan bagian dari perjalanan maraton ke tiga provinsi di Kalimantan, dengan tujuan untuk memantau langsung kesiapan dan perkembangan program yang bertujuan meningkatkan produksi pangan. “Kami mengecek langsung persiapan optimalisasi lahan, cetak sawah, dan melibatkan generasi milenial. Alhamdulillah, sekarang ada lebih dari 1.000 milenial yang turun langsung. Kami bagikan mesin-mesin modern untuk mereka gunakan,” ujarnya.

Amran mengungkapkan bahwa salah satu kunci untuk menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian adalah dengan menyediakan teknologi tinggi dan keuntungan yang jelas. “Milenial dan generasi Z akan tertarik jika dua hal ini terpenuhi: keuntungan minimal Rp10 juta per bulan dan penggunaan teknologi tinggi,” jelasnya. Menurutnya, tanpa kedua hal tersebut, generasi muda tidak akan tertarik untuk berkarir di sektor pertanian.

Salah satu inovasi yang disoroti Amran adalah mekanisasi panen. Sebelumnya, proses panen dilakukan secara manual dengan sabit yang membutuhkan waktu hingga 25 hari per hektar. Namun, dengan bantuan alat modern, pekerjaan yang sama bisa diselesaikan dalam waktu dua jam saja. “Dengan mesin-mesin ini, generasi muda pasti tertarik. Kami hibahkan alat-alat ini dalam bentuk kelompok agar program ini dapat berjalan berkelanjutan,” tambahnya.

Program Brigade Pangan di Kalimantan Selatan menjadi salah satu inisiatif penting yang telah dibentuk dengan 155 brigade dan lebih dari 2.000 anggota. Brigade ini diharapkan menjadi motor penggerak sektor pertanian dan memberikan peluang ekonomi yang menjanjikan bagi generasi muda.

Amran menegaskan bahwa kunci utama untuk mengembangkan sektor pertanian adalah melalui mekanisasi teknologi, pengelolaan air yang efisien, dan memastikan pendapatan yang menarik. “Dengan langkah-langkah ini, kami optimistis generasi muda dapat menjadi penggerak utama pertanian di masa depan,” tegasnya. (hni)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA