Pemkab Kapuas Rapat Monitoring Penanganan Karhutla Bersama BNPB

waktu baca 2 menit
Selasa, 29 Jul 2025 11:49 redaksi2

TRANSPLUS.ID, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas mengikuti Rapat Monitoring Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting. Rapat ini diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dihadiri oleh kepala daerah serta pemangku kepentingan terkait dari seluruh Indonesia.

Dalam rapat virtual tersebut, hadir Bupati Kapuas H. M. Wiyatno, Sekretaris Daerah Dr. Usis I. Sangkai, Komandan Kodim 1011/KLK Letkol Inf Pamungkas Army Saputro, Kapolres Kapuas AKBP Gede Eka Yudharma, Kepala BPBD Kapuas Pangeran Sujuaon Pandiangan, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, bersama Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto. Dalam forum tersebut, setiap daerah menyampaikan laporan terkini mengenai titik api, luas lahan yang terbakar, serta langkah-langkah penanggulangan yang telah dilakukan, termasuk koordinasi pemadaman darat dan udara.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyampaikan bahwa meski jumlah hotspot di provinsi meningkat, penanganan Karhutla di Kalteng masih terkendali. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI), terdapat 1.326 hotspot di Kalteng atau sekitar 2,09% dari total nasional.

Untuk memperkuat pengendalian Karhutla, strategi yang diterapkan menitikberatkan pada pemadaman dini, pengawasan melalui patroli udara dan darat, serta kesiapsiagaan posko di lapangan. Sebanyak 697 personel gabungan dari TNI, Polri, dan relawan masyarakat telah disiapkan untuk siaga di lapangan.

Rapat juga menyoroti puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus 2025, sehingga kesiapsiagaan petugas menjadi sangat krusial. Bahkan, apabila diperlukan, modifikasi cuaca (OMC) dapat digunakan sebagai salah satu upaya pencegahan titik api.

Sekda Kapuas, Dr. Usis I. Sangkai, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Pemerintah daerah, TNI/Polri, BPBD, hingga masyarakat diharapkan bekerja bersama dalam menekan angka kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mempercepat pemadaman bila terjadi titik api.

“Pemkab Kapuas terus berupaya memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal, agar bencana Karhutla dapat dicegah dan ditangani secara efektif demi keselamatan masyarakat dan lingkungan,” ujar Sekda Usis.

Rapat ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Kapuas dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan yang kerap terjadi setiap tahunnya. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA