Mantap RS bhayangkara totalitas dlm pelayanan
TRANSPLUS.ID, Kapuas — Keheningan pagi di kawasan perkebunan sawit PT. Global Agung Lestari, Selasa (20/5), mendadak pecah setelah seorang operator pompa ditemukan meninggal dunia di dasar kolam air zona 30. Korban diketahui bernama Adi Dawamul Khoeri, karyawan aktif yang sedang bertugas dalam shift malam.
Penemuan itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di Blok A10 Divisi 5, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Mantangai, setelah rekan-rekannya curiga karena mesin pompa masih menyala, namun sang operator tidak berada di pos jaga.
“Saat saya datang untuk pergantian shift, tidak ada orang. Tapi mesinnya hidup terus,” kata Rahmadani, operator pagi yang pertama kali mencurigai kondisi di lokasi.
Rahmadani lalu menghubungi atasannya dan mendapat instruksi untuk mematikan mesin dan mencari korban. Bersama dua rekan lainnya, Umat dan Elson, pencarian dilakukan. Ketiganya menyusuri area sekitar kolam, hingga menemukan jejak kaki di tepi air. Inisiatif Elson untuk menyelidiki dasar kolam menggunakan tongkat menjadi kunci.
“Saat saya coba tusuk-tusuk, terasa menyentuh sesuatu. Kami angkat, ternyata benar… Adi,” ujar Elson, mandor penyemprotan yang ikut melakukan evakuasi.
Korban ditemukan dalam kondisi telentang di dasar kolam sedalam satu meter. Pakaian kerjanya ditemukan di sekitar lokasi, dan tubuhnya menunjukkan tanda-tanda kaku karena meninggal cukup lama.
Diketahui, Adi menjalankan shift malam seorang diri sejak pukul 23.00 WIB pada Senin malam. Ia dijadwalkan menyelesaikan tugas hingga pukul 07.00 WIB keesokan paginya. Saat ditemukan, tubuh korban telah berada di dalam air selama beberapa jam.
Informasi dari rekan kerjanya menyebut, Adi pernah menunjukkan tanda-tanda medis seperti kejang ringan saat apel kerja, namun tidak diketahui pasti apakah ia memiliki riwayat epilepsi atau gangguan serupa.
Pihak keluarga, melalui Kepala Desa Sari Makmur, Nanang Badri, menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum. Mereka menganggap peristiwa ini sebagai musibah, namun berharap PT. Global Agung Lestari tetap memenuhi hak-hak korban sebagai pekerja aktif yang meninggal saat bertugas. “Keluarga hanya ingin hak almarhum dipenuhi dengan baik, karena ia meninggal saat menjalankan tugas,” ungkap perwakilan keluarga usai proses visum. Jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya, Desa Sari Makmur, Kecamatan Mantangai.Meski tidak ditemukan tanda kekerasan atau pelanggaran, kasus ini menyoroti minimnya pengawasan pada karyawan shift malam yang bekerja sendiri di area berisiko. Peristiwa ini memperkuat pentingnya evaluasi ulang terhadap sistem kerja dan protokol keselamatan di lingkungan perkebunan besar.
Kepolisian menyatakan kasus ini ditutup sebagai musibah berdasarkan hasil visum dan pernyataan keluarga. Namun, bagi sebagian pihak, tragedi sunyi ini meninggalkan banyak pertanyaan: Apakah keselamatan pekerja lapangan sudah benar-benar dijaga? . Ydi
Tidak ada komentar