Mantap RS bhayangkara totalitas dlm pelayanan
TRANSPLUS.ID, BANJARMASIN –Hotel Batung Batulis milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan jadi peluang investasi baru yang bisa menghasilkan “cuan”.
Aset yang berada di lokasi strategis di Banjarbaru dan Banjarmasin ini dinilai masih memiliki nilai ekonomi tinggi meski operasional hotel resmi dihentikan akibat tingginya biaya operasional dan terus menurunnya pendapatan usaha.
Direktur PT Bangun Banua Kalsel, Afrizaldi, mengatakan ada kemungkinan kerjasama dengan pihak ketiga menawarkan peluang investasi dengan skema kerja sama yang dinilai dapat menguntungkan investor maupun pemerintah daerah.
Menurutnya, salah satu skema yang disiapkan adalah sistem appraisal atau penilaian aset berdasarkan nilai lahan. Misal nilai aset lahan Hotel Batung Batulis Banjarbaru saat ini sekitar Rp49 miliar. Nilai tersebut nantinya menjadi penyertaan modal dari PT Bangun Banua dalam kerja sama investasi.
“Kalau ada investor, mereka bukan menghitung fisik bangunan tetapi aset lahannya. Nilai lahan Hotel Batung Batulis sekitar Rp49 miliar. Artinya investor juga akan menaruh modal yang sama sehingga saham awal bisa 50 banding 50,” ujarnya, Rabu (6/5/2026)
Namun, Afrizaldi mengakui komposisi saham bisa berubah apabila investor terus menambah modal pembangunan, sedangkan PT Bangun Banua tidak melakukan penambahan modal. Ia menjelaskan BUMD memiliki keterbatasan dalam proses penambahan modal karena harus melalui mekanisme penyertaan modal pemerintah daerah dan persetujuan DPRD Kalsel.
“Prosesnya panjang dan tidak bisa cepat. Misalnya investor menambah modal Rp25 miliar lagi, maka kepemilikannya bisa naik menjadi 75 persen. Kalau terus bertambah, PT Bangun Banua bisa menjadi pemegang saham minoritas,” katanya.
Selain skema appraisal, ada juga pola kerja sama Build Operate Transfer (BOT). Dalam sistem ini, investor membiayai pembangunan dan mengelola usaha dalam jangka waktu tertentu sebelum pengelolaan kembali sepenuhnya kepada pemerintah daerah.
“Sistem BOT biasanya saham kita kecil dulu di awal. Misalnya 20 persen PT Bangun Banua dan 80 persen investor selama 20 tahun. Setelah masa kerja sama selesai, aset dan pengelolaan kembali,” jelasnya.
Skema BOT dinilai lebih realistis untuk mempercepat pengembangan aset tanpa membebani keuangan daerah. Ia menilai Hotel Batung Batulis memiliki daya tarik kuat bagi investor karena berada di kawasan strategis dengan potensi pengembangan bisnis yang luas.
Selain tetap dikembangkan sebagai hotel, kawasan tersebut juga dinilai potensial untuk fasilitas olahraga modern seperti padel yang saat ini sedang tren. “Kalau melihat lokasi lahannya sangat potensial. Bahkan kalau dibuat tempat olahraga seperti padel, peluang balik modalnya cukup besar,” ujarnya.
Langkah membuka investasi terhadap Hotel Batung Batulis dapat menjadi solusi untuk menghidupkan kembali aset daerah yang selama ini kurang produktif. Kerja sama dengan investor juga dinilai mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi daerah apabila dikelola secara profesional dan transparan. “Kalau ada kerjasama tentu harus transparan dan profesional,” pungkasnya.(red)
Tidak ada komentar