Panen Raya di Bataguh, Infrastruktur Jalan dan Jembatan Jadi Perhatian

waktu baca 2 menit
Sabtu, 14 Feb 2026 12:16 redaksi2

TRANSPLUS.ID, BATAGUH – Bupati Kapuas H. M. Wiyatno bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota DPRD Kabupaten Kapuas, serta masyarakat melaksanakan Salat Jumat berjamaah sekaligus menghadiri kegiatan panen raya di Desa Terusan Karya, Kecamatan Bataguh, Jumat (13/2/2026).

Panen raya tersebut dilaksanakan di lahan pertanian seluas 1.138 hektare sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan peninjauan kondisi infrastruktur jalan di wilayah Desa Terusan. Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp7 miliar pada tahun 2026 untuk peningkatan jalan lingkungan di Desa Terusan Karya, Terusan Mulia, dan Terusan Makmur.

“Hari ini kita melaksanakan Salat Jumat berjamaah di Terusan Karya sekaligus menghadiri panen raya dengan luasan sekitar 1.138 hektare. Sekaligus kita mengecek kondisi jalan di wilayah Desa Terusan. Tahun ini telah dialokasikan anggaran sebesar Rp7 miliar untuk peningkatan jalan lingkungan,” ujar Wiyatno.

Selain itu, pembangunan infrastruktur strategis juga terus dilanjutkan, termasuk pembangunan jembatan di wilayah Bapalas dengan anggaran sekitar Rp15 miliar. Jembatan Terusan yang sebelumnya roboh juga telah selesai diperbaiki dan sudah dapat difungsikan kembali, sementara pembangunan jembatan di kawasan Sei STI telah rampung.

“Alhamdulillah, jembatan yang sebelumnya roboh kini sudah selesai diperbaiki dan dapat digunakan kembali. Untuk tahun 2026, kita juga merencanakan pembangunan jembatan baru di Bapalas dengan panjang sekitar 40 meter,” tambahnya.

Sebelum Salat Jumat, turut dilakukan peninjauan jalan di Terusan Mulia Ujung sepanjang kurang lebih 1,8 kilometer. Jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, termasuk pendidikan dan distribusi hasil pertanian.

Penanganan jalan saat ini masih dalam proses administrasi dan direncanakan mulai dikerjakan setelah Hari Raya, menyesuaikan kondisi cuaca.

“Jalan ini merupakan akses utama masyarakat. Mudah-mudahan setelah Hari Raya, pekerjaan pengecoran dapat segera dimulai sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar,” jelasnya.

Pembangunan infrastruktur pedesaan terus menjadi perhatian guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA